Berita

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan bersama Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, Jumat, 3 Juli 2026. (Foto: PPID)

Nusantara

Pramono Siap Sediakan Lahan untuk Sekolah Rakyat Berasrama di Jakarta

JUMAT, 03 JULI 2026 | 19:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung pengembangan Sekolah Rakyat guna memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. 

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan bersama Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurut Pram, Pemprov DKI Jakarta menjadikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk membuka peluang hidup yang lebih baik sekaligus memutus garis ketidakberuntungan antargenerasi. Karena itu, berbagai program pendidikan yang berpihak kepada masyarakat terus diperkuat.


"Tidak ada yang boleh tertinggal dalam memperoleh manfaat pembangunan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang membuka harapan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik," ujar Pramono.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap I Tahun 2026 kepada 707.477 peserta didik, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) kepada 15.825 mahasiswa, serta Program Pemutihan Ijazah Tahap I bagi 2.026 peserta didik. Sebanyak 90 siswa di SRMA 10 Jakarta Selatan juga tetap menerima manfaat KJP Plus.

Pramono mengatakan, Sekolah Rakyat menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengubah masa depan mereka. Ia mengaku memahami pentingnya bantuan pendidikan karena pernah merasakannya sendiri.

"Saya merasakan sendiri bagaimana pentingnya bantuan pendidikan. Kalau dulu saya tidak mendapatkan beasiswa, mungkin saya tidak bisa melanjutkan sekolah. Karena itu, saya percaya Sekolah Rakyat akan menjadi investasi jangka panjang bagi anak-anak Indonesia," katanya.

Sebagai dukungan terhadap program prioritas Presiden RI, Pramono menegaskan Pemprov DKI siap mengkaji penyediaan lahan seluas lima hingga delapan hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat berasrama yang dapat menampung sekitar 1.000 siswa di Jakarta.

"Jika memungkinkan, kami akan menyiapkan lahan sekitar lima hingga delapan hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat berasrama bagi sekitar 1.000 siswa di Jakarta. Kami berharap sekolah ini dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki masa depan yang lebih baik," tandasnya.

Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mengapresiasi dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto.

"Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur Pramono Anung yang selama ini terus berkolaborasi agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan baik. Kami juga menyambut baik kesiapan Pemprov DKI untuk mendukung tambahan sekolah rintisan yang dapat menampung sekitar 1.000 siswa di Jakarta," katanya.

Menteri Saifullah menjelaskan, pada tahap awal, Sekolah Rakyat di Jakarta memanfaatkan aset pemerintah yang telah dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebagai lokasi sekolah rintisan.

Saat ini, sekitar 10 lokasi telah disiapkan. Delapan di antaranya sedang direnovasi, termasuk gedung milik Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Pejompongan serta lokasi di Marunda dan Curug. Ia menegaskan, kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya