Berita

Anggota Komisi XIII DPR Marinus Gea. (Foto: Dok. BPIP)

Politik

Marinus Gea: Pancasila Harus Dihidupi dan Bermanfaat pada Masyarakat

JUMAT, 03 JULI 2026 | 19:25 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pancasila sebagai titik temu kebangsaan, rumah bersama, dan jalan tengah yang mempersatukan masyarakat di tengah keberagaman.

Itu sebabnya, nilai Pancasila tidak hanya berhenti pada pemahaman dan penghafalan. Namun, Pancasila harus dihidupi karena nilainya dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Pesan itu yang disampaikan oleh Anggota Komisi XIII DPR Marinus Gea saat menghadiri kegiatan Penguatan Relawan Kebajikan yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila di Kampus Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Tangerang, Banten.


“Pancasila harus dihidupi. Pancasila harus diwujudkan. Pancasila harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Inilah yang saya sebut sebagai Kebajikan Pancasila,” ujar Marinus dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.

Kebajikan Pancasila sendiri merupakan perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata, dalam perilaku sehari-hari, dalam cara memimpin, dalam cara melayani, dan dalam cara memperlakukan sesama manusia.

“Sesungguhnya ukuran keberhasilan Pancasila bukanlah seberapa banyak orang menghafal lima sila, melainkan seberapa banyak nilai lima sila itu hidup dalam kehidupan bangsa,” kata Marinus.

Legislator PDIP ini juga menyinggung pentingnya Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

Namun, seiring berjalannya waktu Marinus mengatakan tantangan terbesar bangsa saat ini bukan hanya persoalan pemahaman, melainkan implementasi.

“Kita menyaksikan masih adanya intoleransi. Masih adanya korupsi. Masih adanya ketidakadilan sosial. Masih adanya penyalahgunaan teknologi digital. Masih adanya budaya saling mencurigai dan saling menyerang di ruang publik," tuturnya.

"Artinya, persoalan kita bukan kekurangan pengetahuan. Persoalan kita adalah kekurangan keteladanan. Kekurangan penggerak kebajikan. Kekurangan warga negara yang bersedia menjadi contoh,” demikian Marinus.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya