Berita

PM Moldova Alexandru Munteanu (Foto: X)

Dunia

Belum Setahun Jadi PM Moldova, Alexandru Munteanu Putuskan Mundur

JUMAT, 03 JULI 2026 | 16:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Moldova Alexandru Munteanu resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat, 3 Juli 2026. 

Pengunduran diri tersebut diumumkan langsung melalui akun X miliknya dengan alasan tidak lagi dapat menjalankan mandat pemerintahan sesuai dengan prinsip dan keyakinan yang dipegangnya, meski baru memimpin kabinet sejak November tahun lalu.

Dalam pernyataannya, Munteanu menegaskan bahwa keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan matang. 


"Saya menerima tanggung jawab sebagai Perdana Menteri dengan rasa tanggung jawab yang mendalam dan keyakinan teguh bahwa saya dapat membantu mewujudkan perubahan positif. Saat saya menyadari bahwa saya tidak lagi dapat menjalankan mandat saya sesuai dengan prinsip dan keyakinan saya, saya memilih untuk mengundurkan diri," tulisnya.

Munteanu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kolega yang telah bekerja bersamanya selama memimpin pemerintahan. Ia menegaskan pengabdian kepada negara tidak bergantung pada jabatan yang diemban. 

""Saya percaya bahwa kewajiban kita kepada negara tidak ditentukan oleh jabatan yang kita pegang, tetapi oleh komitmen yang terus kita junjung tinggi," ujarnya seraya menyatakan akan tetap mengabdi kepada Moldova, baik di sektor publik maupun swasta.

Pengunduran diri itu terjadi di tengah meningkatnya tekanan politik menyusul kontroversi di Otoritas Lalu Lintas Udara Moldova (MoldATSA) terkait dugaan persoalan tata kelola dan penunjukan pejabat. 

Presiden Maia Sandu sebelumnya menjanjikan langkah pembersihan umum, sementara parlemen telah membentuk komite investigasi khusus untuk mengaudit pengelolaan perusahaan-perusahaan milik negara. 

Namun hingga kini belum dipastikan apakah keputusan Munteanu berkaitan langsung dengan polemik tersebut

Kabinet Munteanu memperoleh mosi percaya dari parlemen Moldova pada 31 Oktober 2025 dengan dukungan 55 anggota parlemen dari Partai Aksi dan Solidaritas (PAS), kemudian dilantik sehari setelahnya, 1 November 2026.

Selama menjabat, Munteanu mengusung agenda pemerintahan bertajuk "EU, peace and growth" serta mendorong penyelesaian konflik berkepanjangan di wilayah separatis Transnistria.

Dia juga beberapa kali melontarkan kritik terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, termasuk menyebut paspor Rusia sebagai paspor negara agresor saat menanggapi kebijakan Moskow yang mempermudah pemberian kewarganegaraan Rusia kepada warga Transnistria.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya