Berita

Presiden Mahasiswa Universitas Paramadina 2025-2026 Hudan Lil Muttaqien. (Foto: Istimewa)

Politik

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

JUMAT, 03 JULI 2026 | 15:42 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Transformasi kebijakan energi nasional kini diarahkan pada penciptaan sistem energi yang andal, terjangkau, dan tidak mudah goyah oleh krisis global. 

Pemerintah berkomitmen mengonversi penggunaan energi fosil secara bertahap demi menjaga keberlanjutan ekonomi jangka panjang.

Langkah strategis menaikan subsidi pada BBM jenis Pertamax dipandang sebagai langkah rasional untuk menjaga kesehatan fiskal negara. 


Dalam upaya memperkuat kedaulatan energi, pemerintah juga mendorong akselerasi mandatori biofuel seperti B50 untuk menekan ketergantungan pada impor migas.   

Presiden Mahasiswa Universitas Paramadina 2025-2026 Hudan Lil Muttaqien, menyatakan bahwa kemandirian energi menyangkut masa depan pembangunan ekonomi Indonesia. 

Menurutnya, kebijakan energi harus dirancang secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

"Dengan pemerintah tetap menjaga subsidi BBM kepada masyarakat tetap berjalan, artinya kebijakan publik yang diambil masih berpihak kepada masyarakat menengah dan bawah," kata Hudan dalam keterangan tertulis, Jumat 3 Juli 2026.

Senada dengan hal tersebut, anggota Presidium Kesatria Muda Respublika Darma Alwi mengimbau agar masyarakat, mahasiswa, dan pemuda lebih bijak dalam menyikapi isu energi.

"Masyarakat dan pemuda harus lebih bijak lagi dalam melihat isu energi ini. Kita tidak boleh mengedepankan penilaian subjektif tanpa didasarkan pada fakta-fakta sebenarnya mengenai kondisi energi nasional kita," tegas Alwi.

Alwi juga mengingatkan publik agar lebih bijak dalam bermedia sosial saat menanggapi isu-isu strategis seperti penyesuaian harga BBM.

"Pemahaman yang utuh mengenai kedaulatan energi sangat diperlukan agar masyarakat tidak terjebak dalam opini yang menyesatkan," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya