Berita

Representative Image (Foto: AI)

Dunia

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

JUMAT, 03 JULI 2026 | 15:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Seorang aktivis Tibet dilaporkan tewas setelah membakar dirinya di dekat markas PBB di New York, Amerika Serikat, Kamis waktu setempat, 2 Juli 2026.

Departemen Kepolisian New York (NYPD) menyatakan petugas menerima laporan keadaan darurat sekitar pukul 18.30 waktu setempat dan menemukan seorang pria dalam kondisi mengalami luka bakar parah. 

Korban kemudian dilarikan ke Bellevue Hospital, namun nyawanya tidak tertolong. Polisi belum mengungkap identitas korban dan hanya memastikan penyelidikan atas peristiwa itu masih berlangsung.


Media komunitas Tibet di pengasingan, Voice of Tibet, mengidentifikasi korban sebagai Lobga Rangzen. 

Dalam keterangannya, media tersebut menyebut Rangzen melakukan aksi bakar diri di luar markas besar PBB di New York setelah siaran langsung seruan untuk kemerdekaan dan persatuan Tibet.

Sementara itu, Laporan media lokal amNewYork juga menyebut Rangzen bekerja sebagai pengemudi Uber dan datang ke lokasi sambil membawa bendera Tibet.

Seorang rekan sesama pengemudi Uber, Lobsang Paljor, mengaku mengenal Rangzen melalui berbagai kegiatan komunitas Tibet di New York. 

Paljor mengatakan korban sangat geram terhadap berbagai pembatasan yang diterapkan pemerintah China terhadap masyarakat Tibet. 

"Rangzen sangat marah dengan pembatasan yang diberlakukan pemerintah Tiongkok terhadap rakyatnya," ujarnya.

Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap Undang-Undang Persatuan Etnis China yang mulai berlaku pekan ini. 

Amerika Serikat dan Uni Eropa telah menyampaikan kekhawatiran atas regulasi tersebut, yang dinilai memberikan dasar hukum bagi Beijing untuk mengambil tindakan terhadap individu di luar wilayahnya.

Di sisi lain, pemerintah China menyatakan aturan itu bertujuan membangun identitas nasional bersama bagi 55 kelompok etnis minoritas, termasuk warga Tibet dan Uyghur.

Menanggapi aksi bakar diri tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa Tibet telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah China sejak zaman kuno dan akan menangani masalah ini sesuai dengan hukum mereka.

Sementara kelompok-kelompok hak asasi manusia dan komunitas Tibet di pengasingan terus mengkritik kebijakan Beijing di wilayah Tibet, tuduhan yang selama ini dibantah pemerintah China.

Presiden International Campaign for Tibet, Tencho Gyatso, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Rangzen dan menyebutnya sebagai seorang pembela Tibet yang tak kenal lelah.

Organisasi tersebut mencatat lebih dari 150 aksi bakar diri dilakukan warga Tibet sepanjang 2009 hingga 2022 sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Beijing, dengan 10 di antaranya terjadi di kalangan warga Tibet yang hidup di pengasingan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya