Berita

Wamenlu RI Arrmanatha Nasir (Foto: Kemlu RI)

Dunia

Indonesia dan Gambia Sepakati Babak Baru Kerja Sama Multisektor

JUMAT, 03 JULI 2026 | 14:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Indonesia dan Gambia menyepakati babak baru kerja sama bilateral yang mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari ketahanan pangan, perdagangan, hingga pengembangan sumber daya manusia. 

Mengutip laporan Kementerian Luar Negeri RI, Jumat, 3 Juli 2026, Kesepakatan tersebut dicapai dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-2 Indonesia-Gambia yang berlangsung di Banjul pada 30 Juni-1 Juli 2026 dan dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir bersama Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional, dan Warga Negara Gambia di Luar Negeri, Sering Modou Njie.

Pertemuan menghasilkan sejumlah capaian penting, di antaranya penandatanganan MoU General Framework of Cooperation Indonesia-Gambia, peresmian kembali Agricultural Rural Farmers Training Centre (ARFTC) di Jenoi sebagai pusat pelatihan pertanian dan penggerak ketahanan pangan di Afrika Barat, serta komitmen memperluas kerja sama ekonomi kedua negara. 


MoU tersebut akan menjadi landasan baru bagi kementerian dan lembaga di kedua negara untuk merealisasikan berbagai program kerja sama lintas sektor.

"Pertemuan mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk semakin mempererat hubungan diplomatik yang telah terjalin erat sejak 1982, dan dilandasi semangat persahabatan, solidaritas, dan saling menghormati yang sejalan dengan Semangat Bandung," ujar Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir atau Wamenlu Tata.

Di bidang ekonomi, Indonesia mendorong pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) dengan Economic Community of West African States (ECOWAS) guna memperluas akses produk nasional ke pasar Afrika Barat yang dihuni lebih dari 450 juta penduduk. 

Gambia menyatakan kesiapan mendukung proses tersebut, sekaligus memperkuat kolaborasi antardaerah, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kemitraan antarpelaku usaha.

Indonesia juga menyambut rencana penunjukan Konsul Kehormatan Gambia di Jakarta untuk memperkuat layanan kekonsuleran dan hubungan bisnis kedua negara.

Kerja sama peningkatan kapasitas sumber daya manusia turut menjadi agenda utama. Indonesia menyatakan kesiapan berbagi pengalaman dalam pendirian Foreign Service Academy of The Gambia, termasuk mendukung penyusunan kurikulum dan pelatihan diplomatik. 

"Kami menyambut partisipasi diplomat Gambia dalam International Mid-Career Diplomat Training yang akan diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri RI pada tahun ini," tuturnya.

Dalam rangka mempererat hubungan antarmasyarakat, Wamenlu Tata juga mengunjungi The University of The Gambia (UTG) dan menyaksikan peresmian Alumni Association of Gambia-Indonesia Students (AL-GAMINDAS). 

"Jejaring alumni ini akan menjadi aset berharga dalam hubungan bilateral Indonesia dan Gambia," pungkas Wamenlu Tata.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya