Berita

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Komisi III DPR Minta Pelaku Penyerangan Polisi di Katingan Diburu hingga Tuntas

JUMAT, 03 JULI 2026 | 12:41 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penyerangan terhadap tim kepolisian saat penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, yang menewaskan seorang anggota polisi dan menyebabkan dua personel lainnya hilang, mendapat sorotan DPR. 

Seluruh pelaku yang terlibat dalam peredaran narkoba maupun penyerangan terhadap aparat didesak untuk diusut hingga tuntas.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Kanit 3 Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra, yang tewas saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkoba.


"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya selaku Ketua Komisi III DPR RI beserta seluruh jajaran menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya Aipda Yudhi Perdana Putra, Kanit 3 Satresnarkoba Polres Katingan, saat menjalankan tugas digerebeknya bandar narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah," kata Habiburokhman, Jumat, 3 Juli 2026. 

Menurutnya, Aipda Yudhi gugur saat menjalankan tugas mulia menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkoba.

"Almarhum adalah Bhayangkara sejati. Insyaallah almarhum wafat dalam keadaan syahid, karena beliau gugur di medan tugas yang mulia demi menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya laten narkoba," ujarnya.

Habiburokhman juga mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran Polda Kalimantan Tengah untuk segera memburu seluruh pelaku yang terlibat dalam penyerangan tersebut, sekaligus menemukan dua anggota polisi yang hingga kini masih hilang.

"Jangan beri ruang sedikit pun bagi bandar narkoba. Kami juga mendesak agar dua anggota polisi yang dilaporkan hilang segera ditemukan dalam kondisi selamat. Kejar pelaku sampai dapat, hukum harus ditegakkan sekeras-kerasnya," tegasnya.

Sebelumnya, operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, berujung tragedi setelah tim kepolisian diserang dan dikejar massa bersenjata. 

Dalam insiden itu, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur, sementara dua anggota lainnya, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya