Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Optimisme Diplomasi AS-Iran Jaga Harga Minyak di Zona Positif

JUMAT, 03 JULI 2026 | 09:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia bergerak relatif stabil pada penutupan perdagangan Kamis 2 Juli 2026, seiring munculnya optimisme terhadap kemajuan pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpotensi meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Minyak mentah Brent untuk kontrak September ditutup naik 23 sen atau sekitar 0,3 persen ke level 71,80 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Agustus menguat 11 sen menjadi 68,69 Dolar AS per barel.

Sentimen positif datang setelah Kementerian Luar Negeri Qatar mengungkapkan bahwa perundingan yang dimediasi Qatar dan Pakistan di Doha menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pertemuan terpisah antara delegasi AS dan Iran pada Rabu menghasilkan kemajuan dalam pembahasan nota kesepahaman yang tengah dinegosiasikan.


Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut kedua pihak mencatat "kemajuan positif" selama proses negosiasi berlangsung.

Optimisme serupa sebelumnya juga disampaikan Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, proses diplomasi dengan Iran berjalan ke arah yang baik.

"Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik, dan kita lihat nanti hasilnya," kata Trump kepada wartawan.

Pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran dimulai di Doha pada Selasa. Dalam perundingan tersebut, Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner bernegosiasi melalui mediator Qatar tanpa melakukan pertemuan langsung dengan pejabat Iran.

Upaya diplomatik itu berlangsung setelah meningkatnya ketegangan pada akhir pekan lalu yang sempat mengancam keberlangsungan gencatan senjata selama 60 hari. Ketegangan memuncak ketika Iran menyerang dua kapal dagang, yang kemudian dibalas AS dengan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran.

Di tengah meredanya tensi geopolitik, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz juga mulai pulih. Sebanyak 11 kapal tanker tercatat melintasi jalur strategis tersebut pada Selasa. Bertambahnya jumlah kapal yang memasuki Teluk Persia menunjukkan kepercayaan pelaku pelayaran terhadap keamanan kawasan mulai membaik, sekaligus mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya