Berita

Iran kritik pertemuan militer yang dipimpin AS di Bahrain (Unggahan akun X @IRIMFA_SPOX)

Dunia

Iran Sebut Dialog Keamanan AS di Bahrain Hanya Formalitas

JUMAT, 03 JULI 2026 | 09:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pertemuan dialog keamanan regional yang dipimpin Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) di Bahrain mendapat kritik tajam dari Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa dialog keamanan tersebut bukan merupakan langkah nyata untuk menciptakan perdamaian di Asia Barat. Menurutnya, kebijakan Amerika Serikat justru menjadi salah satu penyebab utama ketegangan di kawasan.

Melalui unggahan di platform X, Baqaei menyebut pertemuan yang dipimpin AS itu hanya bersifat simbolis dan tidak mencerminkan komitmen terhadap perdamaian.


"Pertemuan-pertemuan tersebut tidak lebih dari sekadar pertunjukan formal yang bertujuan menutupi kebijakan Amerika yang bersifat mendestabilisasi serta perilaku yang melanggar hukum di kawasan," tulis Baqaei, dikutip Jumat, 3 Juli 2026.

Baqaei juga mengimbau negara-negara di kawasan Asia Barat agar tetap waspada terhadap perkembangan situasi keamanan. Menurutnya, aksi militer terbaru yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel menjadi pelajaran penting bagi seluruh negara di kawasan.

"Negara-negara di kawasan harus tetap waspada dan mengambil pelajaran yang jelas dari agresi militer terbaru Amerika Serikat dan Israel serta tindakan-tindakan yang merusak, yang telah melanggar perdamaian dan keamanan regional," ujar Baqaei.

Sebelumnya, CENTCOM menggelar dialog keamanan regional di Manama, Bahrain, yang dihadiri pejabat militer dari Bahrain, Mesir, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Yaman. 

Dalam pertemuan itu, para peserta membahas situasi keamanan kawasan, penguatan kerja sama pertahanan, serta menegaskan komitmen menjaga kelancaran arus perdagangan melalui Selat Hormuz.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya