Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Dolar AS Tertekan, Yen Melambung di Tengah Ketidakpastian

JUMAT, 03 JULI 2026 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan Kamis 2 Juli 2026, memicu penurunan harian terbesar sejak akhir April. 

Pemicu utamanya adalah data tenaga kerja periode Juni yang mengecewakan; penambahan lapangan kerja nonpertanian hanya mencapai 57.000, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 110.000. 

Data ini seketika mengubah arah peta kebijakan moneter, di mana peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September merosot tajam dari 67 persen menjadi 54 persen.


Meski indeks Dolar AS (DXY) merosot ke level 100,83, para analis mengingatkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan resesi. 

Penambahan tenaga kerja yang lemah dinilai masih bersifat musiman di sektor rekreasi dan perhotelan, sementara magnet investasi sektor kecerdasan buatan (AI) diprediksi tetap akan menopang arus modal ke AS ke depannya.

Di sisi lain, lonjakan tajam Yen sebesar 0,95 persen ke level 161,04 per Dolar AS mencuri perhatian. Penguatan ini didorong oleh spekulasi agresif bahwa Jepang telah mengubah strategi intervensi mata uangnya. 

Otoritas Jepang kini sengaja menahan diri dari sinyal terbuka atau patokan level tertentu, menciptakan "kabut ketidakpastian" yang efektif menakuti spekulan.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya