Berita

Ilustrasi Mengenal Gas Metana, Senyawa yang Diduga Memicu Kebakaran TPA Jatiwaringin (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Mengenal Gas Metana, Senyawa yang Diduga Memicu Kebakaran TPA Jatiwaringin

KAMIS, 02 JULI 2026 | 21:26 WIB | OLEH: TIFANI

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin mengalami kebakaran pada Selasa (30/6) sekitar pukul 11.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menduga, cuaca panas ekstrem menjadi penyebab kebakaran TPA yang berada di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Mengutip berbagai sumber, suhu panas yang tinggi diduga memicu gas metana yang terbentuk dari timbunan sampah selama bertahun-tahun hingga akhirnya memunculkan api. Gas metana (CH?) merupakan senyawa hidrokarbon ringan yang secara alami terbentuk dari proses pembusukan bahan organik tanpa oksigen (anaerob). Gas ini banyak ditemukan di tempat pembuangan sampah, rawa-rawa, hingga endapan bawah tanah.

Metana dikenal sebagai gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, namun memiliki sifat sangat mudah terbakar (highly flammable). Kemunculan gas metana sering kali luput dari perhatian, padahal gas ini bisa muncul di sekitar kita tanpa disadari. 


Dalam beberapa kasus, seperti dugaan kebakaran berulang di Sleman, keberadaan metana bahkan bisa memicu kejadian yang tidak biasa. Secara alami, gas metana terbentuk dari proses pembusukan bahan organik tanpa oksigen atau yang dikenal sebagai proses anaerob. 

Sisa makanan, daun, kayu, hingga kotoran hewan bisa menghasilkan metana saat diuraikan oleh mikroorganisme. Karena itu, gas ini banyak ditemukan di tempat seperti tempat pembuangan akhir (TPA), rawa-rawa, hingga tumpukan limbah organik.

Selain proses alami, aktivitas manusia juga menjadi sumber besar gas metana. Misalnya dari sektor peternakan, persawahan, hingga industri minyak dan gas.

Kebocoran pipa gas atau pengelolaan sampah yang kurang baik bisa membuat metana terlepas ke udara dalam jumlah besar. Dalam beberapa kasus, metana juga berasal dari dalam bumi. 

Hingga Kamis (2/7/2026), petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api yang telah melahap sekitar 15 hektar area TPA. Meski penyiraman terus dilakukan dari darat dan udara, asap tebal masih terlihat keluar dari berbagai titik timbunan sampah.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya