Berita

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

KAMIS, 02 JULI 2026 | 19:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dan Meta langsung menggelar pertemuan menyikapi persoalan maraknya spam judi online (judol) di kolom komentar pada sejumlah platform seperti platform Instagram dan Facebook. 

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan, salah satunya yakni pembentukan tim bersama. Menkomdigi Meutya Hafid menyebut pihak kepolisian dan PPATK juga akan dilibatkan dalam tim tersebut.

Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendukung keterlibatan Dittipidsiber Bareskrim Polri dalam memberantas spam komen judol. Sahroni menilai, penanganan ini bukan hal yang sulit bagi Polri.


“Saya minta Dittipidsiber Bareskrim Polri memberikan dukungan penuh kepada Kemkomdigi dalam memberantas spam judol. Saya yakin ini bukan hal yang sulit bagi Polri, karena memang ini sudah sangat gamblang dan kasatmata, tinggal ditelusuri oleh Siber Polri. Ini akan kami sangat awasi dan kritisi,” kata Sahroni dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.

“Karena hampir semua kolom komentar media sosial, mulai dari akun media massa, akun instansi pemerintah, akun public figure, bahkan sampai live streaming rapat Komisi III DPR RI kerap dipenuhi komentar promosi judol. Sudah sangat meresahkan,” tambahnya.

Legislator Nasdem ini pun meminta Dittipidsiber Bareskrim Polri turut membongkar operator-operator spam komen judol tersebut. Sebab ia meyakini, spam komen tersebut merupakan akun bot yang dikendalikan secara masif.

“Ini jelas bukan dilakukan secara manual, melainkan diduga menggunakan jaringan bot yang terorganisir. Saya minta polisi lacak IP operator-operator tersebut dan segera tangkap semuanya. Jadi jangan sekedar menghapus komentar-komentarnya,” jelas dia.

“Pokoknya negara harus tegas karena praktik seperti ini bukan hanya mengganggu ruang digital, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem judol yang merusak masyarakat,” tandas Sahroni.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya