Berita

Anggota Komisi XIII DPR Tonny Tesar. (Foto: RMOL)

Politik

DPR Minta Hasil Penertiban Satgas PKH Diprioritaskan untuk Masyarakat Adat

KAMIS, 02 JULI 2026 | 17:16 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Lahan yang telah diambil alih negara melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dinilai harus lebih dulu diprioritaskan bagi masyarakat adat, bukan kembali dikuasai pihak lain. 

Langkah itu dinilai sejalan dengan tujuan pemerintah mengembalikan pemanfaatan kawasan hutan agar lebih berpihak kepada masyarakat.

Menurut Anggota Komisi XIII DPR Tonny Tesar, berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat adat menunjukkan perlunya langkah nyata pemerintah untuk memastikan hak-hak masyarakat tetap terlindungi di tengah pengelolaan kawasan hutan.


"Tanah atau lahan yang sudah diambil oleh Satgas PKH mestinya diprioritaskan kembali kepada masyarakat adat," kata Tonny kepada wartawan, Kamis, 2 Juli 2026.

Menurutnya, pembentukan Satgas PKH oleh Presiden bertujuan menyelamatkan kawasan hutan yang selama ini dikuasai pihak-pihak yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Karena itu, sambung Legislator Nasdem ini, hasil penertiban seharusnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat adat yang selama ini hidup di wilayah tersebut.

Meski demikian, Tonny menegaskan DPR tidak ingin hanya mendengar keterangan sepihak. Komisi XIII, kata dia, perlu turun langsung ke lokasi konflik untuk memperoleh gambaran utuh sebelum menyusun rekomendasi kepada pemerintah.

"Kita harus datang ke lokasi untuk mendengar secara langsung sehingga ke depan ketika memperjuangkan persoalan ini tidak ada lagi yang mengatakan bahwa yang datang bukan mewakili masyarakat adat," ujarnya.

Tonny juga menyinggung persoalan serupa yang berpotensi muncul di Papua. Menurutnya, setiap kebijakan pengelolaan lahan harus tetap mengutamakan kepentingan masyarakat adat agar konflik tidak terus berulang.

"Masyarakat adat harus menjadi pihak yang diutamakan dalam pembangunan dan memperoleh kesejahteraan di tanahnya sendiri," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya