Berita

Dapur MBG. (Foto: RMOL)

Politik

Jangan Jadikan Program MBG Ladang Memperkaya Diri

KAMIS, 02 JULI 2026 | 16:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh dijadikan ladang mencari keuntungan pribadi maupun kelompok. 

Sebaliknya, program andalan pemerintah tersebut harus dijalankan sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Demikian disampaikan pengamat politik Adi Prayitno menanggapi polemik dugaan keterlibatan sejumlah kader partai politik dalam pengelolaan dapur MBG.


"Program makan bergizi itu jangan diorientasikan untuk cari untung karena program MBG harus diorientasikan sebagai upaya niat baik pemerintah untuk membantu adik-adik kita yang membutuhkan, mengatasi kekurangan gizi, menghilangkan stunting, sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi. Bagi saya ini gagasan bagus yang mesti dibela," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Kamis, 2 Juli 2026.

Meski demikian, Adi menegaskan praktik di lapangan harus diawasi secara ketat. Apabila terbukti ada pengelola dapur MBG yang menyalahgunakan kewenangan, terlebih memiliki afiliasi dengan partai politik dan berpotensi melakukan tindak pidana korupsi, maka aparat penegak hukum harus bertindak tegas.

"Kalau memang betul ada orang yang mengelola dapur MBG, apalagi terafiliasi dengan partai politik tertentu dan menyalahgunakan wewenang sehingga berpotensi korupsi, ya harus ditindak," tegasnya.

Menurut Adi, penggunaan anggaran negara melalui APBN wajib dipertanggungjawabkan dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Karena itu, Adi mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG agar tidak menjadikan program tersebut sebagai sarana mencari keuntungan.

"Kalau hari ini ada yang mengelola MBG pikirannya cari untung, itu kan menyakiti hati rakyat," pungkasnya.



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya