Berita

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, mengunjungi fasilitas saat Management Walkthrough (MWT) ke kawasan Trans-Pacific Petrochemical Indotama di Tuban, Jawa Timur, Selasa, 30 Juni 2026. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Kawal Asta Cita, Iwan Bule Pastikan Pasokan Energi Nasional di Tuban Aman

KAMIS, 02 JULI 2026 | 14:36 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan alias Iwan Bule turun langsung meninjau sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) dan fasilitas vital Pertamina di Kabupaten Tuban, Jawa Timur untuk mengawal keandalan infrastruktur energi nasional.

Kunjungan kerja Iwan Bule diawali dengan memantau proyek raksasa New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban yang dikelola PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP). Proyek kilang baru yang terintegrasi dengan kompleks petrokimia ini diproyeksikan menjadi tulang punggung pemenuhan energi masa depan.

Iwan Bule menegaskan, pembangunan NGRR Tuban merupakan fondasi krusial dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi Indonesia. Oleh sebab itu, Pertamina bakal terus mengawal ketat agar proyek ini tidak meleset dari target.


"Ini merupakan aset strategis nasional. Kehadiran saya di Tuban adalah untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa," tegasnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.

Usai meninjau kilang baru, jenderal purnawirawan bintang tiga Polri ini melanjutkan safari kerjanya ke PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Fuel Terminal (FT) Tuban, dan Terminal LPG Refrigerated Jawa Timur.

FT Tuban sendiri memegang peran super strategis sebagai terminal transit yang menampung produk BBM jadi lewat kapal tanker maupun jaringan pipa. Fasilitas vital ini dibekali belasan tangki penyimpanan (storage tank) berkapasitas total 305.192 kiloliter (KL).

Di lokasi, Iwan Bule menyaksikan langsung operasional harian FT Tuban yang mampu mengelola volume penyaluran (throughput) raksasa mencapai 27.000 KL per hari.

"Kunjungan saya ini sekaligus memastikan bahwa seluruh instrumen di lapangan bekerja secara optimal dalam menjaga pasokan bahan bakar agar tetap aman di berbagai wilayah," tuturnya.

Secara geografis, FT Tuban kini telah bermutasi menjadi poros utama logistik lintas regional untuk wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatim Balinus). Bahkan, jangkauan distribusinya melesat hingga melayani Kalimantan Selatan, NTB, NTT, Maluku, sampai Timor Leste.

Tak kalah penting, Iwan Bule juga memberikan apresiasi tinggi terhadap performa Terminal LPG Refrigerated Jawa Timur. Infrastruktur PSN ini memegang peranan kunci karena diproyeksikan mampu menyuplai 35 hingga 40 persen total kebutuhan LPG nasional.

"Keberadaan terminal ini diharapkan mampu memangkas jalur distribusi, meningkatkan efisiensi logistik, dan memperkuat ketahanan pasokan LPG nasional," urainya.

Menutup rangkaian kunjungan kerjanya, Komut Pertamina ini mewanti-wanti seluruh jajaran di lapangan untuk tidak kendor dalam menjaga aspek keselamatan (safety). Ia memberikan arahan khusus mengenai pentingnya keandalan infrastruktur jalur pipa yang menopang sekitar 58 persen penyaluran gas di bawah kendali Subholding Gas Pertamina.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya