Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Pergerakan Harga Energi Global Masih Jadi Penentu Arah Inflasi Indonesia

KAMIS, 02 JULI 2026 | 07:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bank Indonesia (BI) telah memperkirakan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi akan memberikan tambahan tekanan terhadap inflasi. Proyeksi tersebut kini sejalan dengan realisasi inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu 1 Juli 2026.

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman pada pekan lalu  mengatakan kenaikan harga Pertamax diperkirakan menyumbang sekitar 0,25 persen terhadap inflasi.

“Untuk sementara, hitungan kami lebih kurang berkontribusi sekitar 0,25 persen kepada inflasi,” ujar Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Juni 2026 yang digelar secara virtual, Kamis 18 Juni 2026. 


Proyeksi tersebut mendekati realisasi yang dicatat BPS. Dalam laporan inflasi Juni 2026, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi dengan andil 0,28 persen, di mana komoditas bensin sendiri memberikan kontribusi sebesar 0,21 persen.

Menurut Aida, tekanan inflasi masih dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, terutama pergerakan harga minyak dunia yang berdampak pada harga energi di dalam negeri.

“Rambatan global langsung terlihat pada administered prices atau harga-harga yang ditentukan pemerintah. Ada harga BBM nonsubsidi yang naik seperti Pertamax dan Pertamax Turbo, tetapi ada juga yang turun seperti Dexlite dan Pertamax Dex. Pergerakan ini akan mengikuti perkembangan harga energi global,” ujarnya. 

BPS mencatat inflasi Indonesia pada Juni 2026 sebesar 3,34 persen secara tahunan (year on year/yoy), sedangkan inflasi bulanan mencapai 0,04 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 1,79 persen.

Menurut BPS, salah satu faktor yang memengaruhi inflasi selama Juni adalah penyesuaian harga BBM non-subsidi yang dilakukan dua kali dalam sebulan, yakni pada 1 Juni untuk Pertamax Turbo dan pada 10 Juni untuk Pertamax. Perubahan harga tersebut kemudian mendorong kenaikan biaya transportasi dan menjadi salah satu sumber tekanan inflasi pada bulan tersebut.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya