Berita

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Calon Manajer Kopdes Batal jadi Komcad, Materi Senjata Dihapus

RABU, 01 JULI 2026 | 18:02 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Pertahanan (Kemhan) merevisi materi Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) setelah adanya insiden yang menyebabkan lima peserta meninggal dunia.

Dalam skema terbaru, peserta yang diproyeksikan menjadi manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak lagi dipersiapkan sebagai Komponen Cadangan (Komcad), melainkan hanya mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara.

Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan mengatakan, seluruh materi yang berkaitan dengan penggunaan senjata dan taktik militer telah dihapus dari kurikulum pelatihan.


"Kami sudah merevisi program ini yang semula menjadi komponen cadangan, (menjadi) hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan bela negara," kata Donny kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.

Secara mendasar pelatihan bela negara berbeda dengan program Komcad karena hanya berfokus pada pembentukan karakter, disiplin, nasionalisme, dan patriotisme.

"Intinya adalah tidak ada lagi pelajaran-pelajaran terkait senjata ataupun taktik-taktik militer. Mereka hanya diberi pelajaran nasionalisme, patriotisme, dan disiplin. Jadi seperti mengikuti jadwal harian itu juga melatih disiplin waktu mereka juga," jelasnya.

Selain itu, peserta juga akan dibekali kemampuan kepemimpinan agar mampu mengelola koperasi serta memimpin sumber daya manusia di lingkungan kerjanya.

"Manajer tentunya mempunyai beberapa staf yang harus mereka pimpin. Bagaimana melatih kebersamaan dan kerja sama. Nah itulah nilai-nilai itu yang akan kami berikan," ujarnya.

Tak hanya materi yang berubah, durasi pelatihan juga dipangkas. Jika sebelumnya pendidikan Komcad berlangsung selama satu bulan, kini pelatihan bela negara hanya berlangsung selama dua pekan.

Setelah menyelesaikan pelatihan bela negara, peserta SPPI akan mengikuti pendidikan manajerial selama satu bulan dengan materi yang disesuaikan dengan bidang penugasan masing-masing.

Donny menambahkan, modul pelatihan manajerial disusun oleh kementerian teknis. Kementerian Koperasi menyiapkan materi bagi calon pengelola koperasi desa, sementara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyusun modul untuk peserta yang akan ditempatkan di kampung nelayan.

Meski kurikulum dan durasi pelatihan mengalami perubahan, lokasi penyelenggaraan pendidikan tetap menggunakan 67 satuan pendidikan (Satdik) yang sebelumnya telah ditetapkan.

"Tempat pembelajaran, tempat pendidikan tetap di 67 Satdik tersebut cuma waktunya saja yang berubah. Nah itu adalah terkait dengan kami telah merevisi program tersebut," demikian Donny.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya