Berita

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Pertahanan

Begini Penjelasan Wamenhan soal Peserta SPPI Dibekali Latsarmil

RABU, 01 JULI 2026 | 16:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ada alasan mendasar kenapa peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) diberi latihan kemiliteran, sebelum akhirnya dievaluasi karena adanya lima korban jiwa.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan mengakui, pelatihan yang diberikan kepada peserta SPPI kerap dipertanyakan karena mengadopsi pola pendidikan di lingkungan militer. 

Namun, ia menegaskan bahwa yang diambil bukanlah aspek tempurnya, melainkan nilai-nilai positif yang selama ini diterapkan dalam pendidikan bela negara.


"Jadi sebetulnya itu banyak yang ditanyakan lah ya kenapa kok dilatih kemiliteran ya. Tapi tidak bisa kita pungkiri bahwa di dalam kemiliteran itu ada nilai-nilai yang sangat baik sekali untuk bisa membentuk karakter," kata Donny kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026. 

Ia menjelaskan, peserta SPPI dipersiapkan menjadi manajer yang mampu menjalankan tugas dan memimpin tim di lapangan. Karena itu, pembinaan karakter menjadi bagian penting sebelum mereka menjalani evaluasi dan penugasan.

"Karena manajer ini nanti di lapangan juga dibutuhkan manajer-manajer yang bagus juga. Jangan sampai nanti manajernya nggak bisa melaksanakan tugasnya, nggak bisa memimpin anak buahnya," ujarnya.

Menurut Donny, pendidikan bela negara memberikan pembiasaan terhadap nilai-nilai dasar yang dibutuhkan dalam dunia kerja, seperti disiplin, ketepatan waktu, kerja sama, dan koordinasi.

"Sehingga itulah pendidikan-pendidikan seperti disiplin segala macam itu paling tidak kita bisa mengajarkan kepada mereka untuk berlatih disiplin, paling tidak waktu. Kemudian kerja sama, koordinasi dan lain sebagainya, itu nilai-nilai yang bisa kita ambil dari pendidikan di Bela Negara ini," jelasnya.

Perwira Tinggi TNI AU ini menambahkan, metode pembentukan karakter melalui pendidikan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia maupun Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia juga telah banyak dimanfaatkan oleh kementerian dan perusahaan swasta untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Kalau kita lihat cukup banyak juga kementerian ataupun perusahaan-perusahaan yang mengirimkan pegawai-pegawainya untuk meningkatkan karakter itu di pusat-pusat pendidikan TNI, di Rindam-Rindam ataupun di Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan," tegasnya.

Lebih jauh, Donny menegaskan, tujuan akhir dari pembinaan tersebut adalah mencetak sumber daya manusia yang memiliki kedisiplinan, integritas, serta kemampuan memimpin yang baik.

"Nilai-nilai itu yang ingin didapatkan oleh para direktur-direktur dari perusahaan-perusahaan tersebut. Kan tentunya direktur juga akan senang kalau punya pegawai-pegawai yang disiplin, tepat waktu, punya integritas tinggi dan lain sebagainya. Itulah yang diharapkan," tandasnya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya