Berita

Ketua Yayasan Sihatihat Sanjaya Center (YSSC), Hari S Siregar. (Foto: Dok. Pribadi)

Nusantara

Tanam Pohon, Kunci Tekan Emisi Karbon dan Mitigasi Banjir Sumut

RABU, 01 JULI 2026 | 16:24 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Upaya konkret berupa penghijauan massal harus segera dilakukan di wilayah Sumatera Utara demi menekan emisi karbon sekaligus memitigasi risiko bencana hidrometeorologi.

Ketua Yayasan Sihatihat Sanjaya Center (YSSC), Hari S Siregar menegaskan, bencana banjir yang belakangan mengepung sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya Kabupaten Tapanuli Tengah harus menjadi alarm keras atas rusaknya ekosistem lingkungan.

Menurutnya, berkurangnya tutupan hutan dan alih fungsi lahan yang tak terkendali wajib dilawan dengan rehabilitasi lingkungan total melibatkan seluruh elemen publik.


"Menjaga keseimbangan alam bukan lagi sekadar pilihan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Penanaman pohon adalah langkah sederhana berdampak besar bagi keselamatan masyarakat di masa depan," tegas Hari kepada wartawan, Rabu, 1 Juni 2026.

Melalui program bertajuk Spirit Green, YSSC kini merangkul pemerintah, pelaku usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga generasi muda untuk menghijaukan kembali kawasan yang terdegradasi.

Hari memaparkan, penanaman pohon ini bukan sekadar pajangan, melainkan taktik krusial untuk meningkatkan daya serap air tanah, mencegah erosi, serta melindungi keanekaragaman hayati.

Selain dampak ekologis lokal, vegetasi yang ditanam juga diproyeksikan menjadi penyerap karbon dioksida (CO2) yang efektif demi meredam laju pemanasan global.

"Setiap pohon yang kita tanam adalah investasi. Semakin luas ruang hijau yang kita bangun, semakin besar pula kontribusi Indonesia dalam mengurangi emisi karbon global," cetusnya.

Hari juga mengkritik pola penyelamatan lingkungan yang selama ini kerap dilakukan secara parsial dan sekadar seremonial belaka. Ia menuntut adanya kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

"Kami ingin gerakan menanam pohon ini menjadi budaya bersama. Lingkungan yang sehat hanya bisa terwujud jika semua pihak punya komitmen kuat untuk merawatnya," urai Hari.

Sebagai bukti konkret, YSSC telah memulai aksi penanaman pohon ini di Desa Lae Monong, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Program serupa akan terus digenjot secara konsisten di wilayah lain.

"Mari kita jadikan setiap pohon yang ditanam sebagai warisan untuk generasi mendatang demi mewujudkan Indonesia yang lebih hijau, tangguh, dan lestari," pungkasnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya