Berita

Pakar hukum tata negara Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Jentera, Bivitri Susanti. (Foto: RMOL)

Politik

Pelatihan Militer bagi Sipil Mengarah Militerisasi

RABU, 01 JULI 2026 | 14:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pakar hukum tata negara dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Jentera, Bivitri Susanti, mengkritik semakin banyaknya program pemerintah yang melibatkan latihan dasar militer (latsarmil) bagi kalangan sipil. Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan gejala militerisasi yang patut dipertanyakan.

Sorotan itu muncul setelah Kementerian Pertahanan mengonfirmasi lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia selama mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyebab kematian masing-masing peserta berbeda-beda, mulai dari henti jantung, gangguan pernapasan, infeksi paru, hingga heat stroke.

Bivitri mengatakan, tren pelibatan militer dalam berbagai program sipil semakin meluas. Ia menilai, dari perspektif tata negara, kebijakan tersebut sulit dipahami.


"Bahkan ada rencana Sekolah Rakyat itu juga nanti akan dilatih militer. Ini sudah ramai di media sosial," ujar Bivitri di kanal Youtube Hendri Satrio, Rabu, 1 Juli 2026.

Bivitri mengaku telah berdebat dengan salah satu perwakilan badan komunikasi pemerintah yang menjelaskan alasan teknis pelaksanaan program tersebut. Namun, menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada penjelasan teknis, melainkan pada dasar pemilihan latihan militer sebagai metode pembinaan.

"Tentu saja (tujuan) bisa dijelaskan. Tapi pertanyaan mendasarnya adalah kenapa dari awal program latsarmil yang dipilih untuk melatih para calon manajer kopdes," katanya.

Menurut Bivitri, dalih pemerintah bahwa latihan militer diperlukan untuk membentuk disiplin dan menanamkan nasionalisme masih perlu diperdebatkan.

Namun Ia menilai disiplin kerja tidak selalu identik dengan disiplin militer. Banyak profesi lain yang juga menuntut kedisiplinan tinggi tanpa harus melalui pendidikan militer.

Karena itu, Bivitri menilai anggapan bahwa kedisiplinan hanya dapat dibentuk melalui latihan militer merupakan mitos yang harus diluruskan. Bivitri juga menolak pandangan bahwa pendidikan terbaik selalu berasal dari sistem militer.

"Saya nggak setuju. Menurut saya itu mitos yang dibangun oleh orang-orang yang menginginkan militerisasi," ujarnya.

Menurutnya, tujuan utama pendidikan adalah membentuk manusia yang kritis dan berpengetahuan, bukan sekadar patuh terhadap perintah.

Bivitri juga mengaku memiliki kekhawatiran bahwa perluasan pelatihan militer di berbagai sektor sipil dapat mengarah pada pembentukan masyarakat yang lebih patuh daripada kritis.

"Jadi saya punya kecurigaan, dan kita diskusikan terus, namanya juga skeptisisme, bahwa militer ini salah satunya digunakan untuk melahirkan warga-warga yang patuh," pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya