Berita

Korps Bhayangkara. (Foto: Istimewa)

Politik

Polri Harus Bersihkan Oknum Bermasalah demi Jaga Kepercayaan Masyarakat

RABU, 01 JULI 2026 | 11:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 harus dimanfaatkan Polri sebagai momentum introspeksi dan pembenahan internal guna memperkuat profesionalisme serta pelayanan kepada masyarakat. 

Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid mengapresiasi berbagai capaian dan kontribusi yang telah diberikan Polri selama 80 tahun pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Namun demikian, ia menilai masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu menjadi perhatian serius untuk diperbaiki.

"Selama 80 tahun perjalanan Polri, tentu sudah banyak hal yang dilakukan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum di Indonesia. Kita memberikan apresiasi atas pengabdian tersebut. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian semakin kuat," kata Gus Jazilul, Rabu, 1 Juli 2026.


Wakil Ketua Banggar itu menegaskan bahwa Polri harus terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menurut Gus Jazil, salah satu harapan besar masyarakat adalah hadirnya aparat kepolisian yang responsif terhadap setiap pengaduan dan persoalan yang dihadapi warga tanpa harus menunggu suatu kasus menjadi viral di media sosial.

"Polri harus menunjukkan respons yang cepat terhadap setiap pengaduan masyarakat. Jangan sampai penanganan suatu perkara baru mendapat perhatian setelah ramai dan viral. Kehadiran negara harus dirasakan masyarakat sejak awal melalui pelayanan kepolisian yang sigap dan profesional," ujarnya.

Wakil Ketua Umum PKB itu juga menyoroti pentingnya penghormatan terhadap hak-hak masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi tindakan kekerasan yang dilakukan aparat terhadap warga.

"Kita tidak ingin lagi mendengar adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oknum polisi terhadap masyarakat. Penegakan hukum harus dilakukan secara humanis, profesional, dan menghormati hak asasi manusia," tegasnya.

Gus Jazil meminta Polri untuk tidak ragu menindak tegas setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum maupun pelanggaran etik. Menurutnya, langkah tegas terhadap oknum bermasalah justru akan memperkuat citra dan kehormatan institusi kepolisian.

"Jika ada oknum polisi yang melakukan pelanggaran, harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Jangan ada upaya melindungi anggota yang bermasalah. Transparansi dan ketegasan dalam penegakan disiplin internal merupakan kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri," tandasnya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya