Berita

Presiden RI, Prabowo Subianto. (Foto: Dok RMOL)

Politik

Prabowo Ingatkan yang Kalah Pemilu Jangan Terus Bikin Gaduh

RABU, 01 JULI 2026 | 11:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Adi Prayitno menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku empat kali kalah dalam pemilihan presiden namun tidak pernah mengganggu pemerintahan yang terpilih merupakan pesan politik untuk meredam tensi politik sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa menjaga stabilitas.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat pada Sarasehan Kebangsaan yang dihadiri 2.600 rektor, dekan, dan dosen perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia di Jakarta Convention Center, Jumat, 26 Juni 2026.

Menurut Adi, jika dicermati secara utuh, pidato tersebut mencerminkan sikap politik Prabowo yang ingin membangun pemerintahan secara inklusif.


"Kalau kita dengar pidato politik Prabowo, ini sepertinya sikap politik dari Prabowo yang ingin membangun negara dengan guyub, harus kerja sama dan merangkul semua kalangan," ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Rabu, 1 Juli 2026.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu menilai, pernyataan Prabowo juga bertujuan menurunkan suhu politik yang belakangan mulai memanas akibat munculnya berbagai isu yang berpotensi memicu gejolak.

"Pernyataan Prabowo itu sebenarnya ingin menurunkan tensi politik yang mungkin belakangan ada manuver-manuver tertentu dari pihak-pihak yang berpotensi menimbulkan gejolak dan instabilitas politik," jelasnya.

Selain itu, Adi melihat publik akan membaca pidato Prabowo dalam konteks situasi politik yang berkembang saat ini. Menurutnya, pernyataan mengenai kekalahan dalam empat kali pemilu yang tidak diikuti upaya mengganggu pemerintahan bukan disampaikan tanpa alasan.

"Publik melihat ada konteks yang relevan, yaitu misalnya ada indikasi, tuduhan, dan dugaan yang mengarah kepada partai politik tertentu yang kalah dalam pemilu, yang turut terlibat menggerakkan aksi demonstrasi, terlibat dalam proses mobilisasi massa, melakukan perlawanan dan resistensi terhadap pemerintah, termasuk menggaungkan isu-isu seperti menolak program Makan Bergizi Gratis, menghentikan Koperasi Desa Merah Putih, dan seterusnya," katanya.

Adi menilai, melalui pernyataan tersebut Prabowo ingin menegaskan bahwa kekalahan dalam kontestasi politik merupakan hal yang wajar dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk terus menciptakan kegaduhan politik.

"Prabowo bilang kalah pemilu pasti ada kekecewaan. Tapi sampai kapan yang kalah bikin kegaduhan, bikin kontroversi," ujarnya.

Karena itu, Adi menilai Presiden sedang mengajak seluruh kekuatan politik, termasuk pihak-pihak yang belum sejalan dengan pemerintah, agar menyalurkan perbedaan pandangan melalui mekanisme demokrasi yang konstitusional.

"Prabowo ingin mengajak kepada semua kalangan, semua pihak, termasuk partai dan mungkin oknum tertentu yang tidak suka, tidak happy, dan sangat tidak setuju dengan program yang dimiliki Prabowo. Oke, tidak apa-apa. Tapi ketidaksukaan itu harus disalurkan nanti dengan berkompetisi di 2029," pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya