Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

Presisi

HUT Bhayangkara ke-80, Prabowo Titip Enam Pesan Penting untuk Polri

RABU, 01 JULI 2026 | 10:14 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menitipkan lima pesan penting kepada seluruh jajaran Polri saat memimpin Upacara HUT Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu, 1 Juli 2026. 

Pesan pertama yang disampaikan Presiden Prabowo adalah agar seluruh jajaran Polri senantiasa menjaga kepercayaan rakyat. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal sekaligus senjata terkuat yang dimiliki setiap anggota kepolisian dalam menjalankan tugas.

Pesan kedua, Prabowo meminta Polri terus hadir dan semakin dekat dengan masyarakat. Ia menegaskan, setiap anggota Bhayangkara harus menjadi pelindung dan pengayom yang selalu hadir ketika rakyat membutuhkan.


"Datanglah ketika rakyat membutuhkan. dengarkan rakyat layani rakyat lindungi rakyat jangan justru menyusahkan rakyat ingat gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat semua perlengkapan kita dari rakyat karena itu kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita," ujar Prabowo dihadapan ribuan personel Polri.

Ketiga, Prabowo meminta seluruh anggota Polri menegakkan hukum secara adil, tanpa rasa takut terhadap tekanan dari pihak mana pun. 

"Beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapapun. Kita hanya takut kepada Tuhan yang Maha Esa," tegasnya. 

Pada pesan keempat, Presiden menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri. Ia meminta seluruh personel membekali diri dengan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kecerdasan buatan agar mampu menghadapi perkembangan kejahatan yang semakin kompleks.

Pesan kelima yang disampaikan Presiden adalah pentingnya memperkuat sinergi antarlembaga dan seluruh elemen bangsa. 

Prabowo menegaskan, Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan nasional sehingga kolaborasi dengan TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, media, hingga berbagai kelompok profesi harus terus diperkuat. 

"Polri tidak bisa bekerja sendiri. Harus selalu bersama institusi lain. Bersama TNI. Bersama pemerintah. Bersama semua institusi pemerintah. Bersama tokoh masyarakat. Bersama ulama. Bersama akademisi. Bersama media. Bersama pengusaha. Bersama petani, nelayan, dan buruh Bersama seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Terakhir, Prabowo berpesan agar seluruh insan Bhayangkara untuk terus berbenah dan membangun institusi yang rendah hati serta terbuka terhadap perubahan.

“Keenam, jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi, semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik. Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati,” pungkas Presiden.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya