Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Pasar Saham Eropa Cetak Rekor Tertinggi, Saham Bank dan Teknologi Meroket

RABU, 01 JULI 2026 | 07:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kabar baik datang dari dunia keuangan Eropa. Pada penutupan perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, pasar saham  kompak melonjak hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Pemicu utamanya adalah melambatnya angka inflasi (kenaikan harga barang) di negara-negara besar seperti Jerman, Prancis, dan Italia sepanjang bulan Juni. Hal ini membuat para investor yakin bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) tidak akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini. Rencana penurunan suku bunga inilah yang menjadi angin segar bagi pasar.

Harapan akan turunnya suku bunga membuat saham bank-bank besar seperti UniCredit, BNP Paribas, dan ING kompak naik hampir 2 persen. Kondisi ini dinilai bagus untuk masa depan penyaluran kredit (pinjaman) mereka.


Saham perusahaan cip (semikonduktor) raksasa, ASML, melesat hingga 7 persen. Sementara perusahaan seperti Siemens dan Siemens Energy ikut naik lebih dari 4 persen karena bisnis pusat data (data center) yang makin menjanjikan.

Indeks saham Jerman (DAX) melonjak 1,5 persen, dan indeks Prancis (CAC 40) naik 0,4 persen. Saham industri pesawat seperti Airbus dan Safran ikut naik tajam. Namun, saham merek barang mewah (seperti Kering, pemilik Gucci) justru turun hampir 7 persen.

Indeks saham Inggris (FTSE 100) mencatat kenaikan selama enam kuartal berturut-turut. Kenaikan ini dipimpin oleh saham perusahaan pertahanan (seperti Rolls-Royce dan BAE Systems) serta perusahaan tambang.

Indeks saham Italia (FTSE MIB) naik 1 persen dan menjadi pasar saham dengan performa terbaik di Eropa sepanjang awal tahun 2026, dengan total kenaikan sekitar 15 persen. 

Di saat yang sama, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, menyatakan bahwa kondisi saat ini sudah mulai stabil. Pihaknya kini bisa kembali mengandalkan kebijakan suku bunga sebagai alat utama untuk menjaga agar harga-harga barang di masyarakat tetap aman dan terkendali.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya