Berita

Hashim Djojohadikusumo. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Lingkar Nusantara:

Narasi soal Hashim Djojohadikusumo Dikaitkan Isu FolaPlay Berpotensi jadi Fitnah

SELASA, 30 JUNI 2026 | 23:39 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum Lingkar Nusantara (Lisan) Farhan Dalimunthe menilai narasi yang mengaitkan Hashim S. Djojohadikusumo dengan dugaan kepemilikan saham di PT Folago Global Nusantara, Tbk (FolaPlay) tanpa dasar bukti yang dapat diverifikasi bisa berpotensi menjadi fitnah.

FolaPlay sendiri merupakan platform penyedia layanan Over-The-Top (OTT) yang ditunjuk sebagai salah satu mitra TVRI dalam menayangkan siaran Piala Dunia 2026.

Menurutnya, penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya tidak hanya merugikan individu, tetapi juga mencederai kualitas demokrasi dan ruang publik digital.


"Demokrasi memberikan ruang bagi siapapun untuk mengkritik kebijakan pemerintah. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Kritik jangan sampai menjadi tuduhan yang belum dapat dibuktikan," ucap Farhan dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

Lanjut dia, masyarakat perlu membedakan secara tegas antara kritik terhadap kebijakan publik dan tuduhan terhadap individu. Kritik merupakan bagian dari mekanisme kontrol dalam demokrasi. Sebaliknya, tuduhan mengenai kepemilikan perusahaan atau dugaan konflik kepentingan harus didukung bukti yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Farhan mengingatkan bahwa dalam praktik komunikasi digital modern, penyebaran disinformasi seringkali dilakukan melalui pola yang sistematis. Narasi dibangun oleh satu atau beberapa akun, kemudian diperkuat oleh akun lain sehingga publik memperoleh kesan bahwa informasi tersebut telah menjadi fakta yang diterima secara luas.

"Dalam ilmu komunikasi dikenal istilah illusory truth effect, yaitu kebohongan yang diulang terus-menerus akan dianggap sebagai kebenaran. Karena itu, masyarakat harus semakin kritis terhadap setiap informasi yang beredar," jelas Farhan.

Di akhir keterangannya, Farhan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kualitas demokrasi dengan mengedepankan etika komunikasi, budaya verifikasi, dan penghormatan terhadap fakta.

"Di era demokrasi digital hari ini content creator tidak boleh hanya berorientasi pada viralitas dan ramainya viewers. Demokrasi hanya akan tumbuh sehat apabila informasi disebarkan secara bertanggung jawab, berdasarkan data dan fakta, bukan melalui narasi yang dibangun atas asumsi, apalagi menjadi tempat pembunuhan karakter yang dibungkus sebagai kebebasan berpendapat," tutupnya.

Sebelumnya, perusahaan investasi multisektoral yang didirikan oleh Hashim S. Djojohadikusumo, Arsari Group, telah memberikan klarifikasi resmi atas narasi yang mengaitkan Hashim dengan kepemilikan FolaPlay.

Dalam pernyataannya, Arsari Group menegaskan bahwa Hashim bukan pemegang saham, pemegang saham pengendali, beneficial owner, pengurus, maupun penasihat FolaPlay. Perusahaan juga membantah tuduhan bahwa penggunaan anggaran negara melalui kerjasama tersebut dimaksudkan untuk menguntungkan Hashim secara pribadi.

"Kami membantah informasi tersebut karena tidak benar, tidak berdasar, dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi," tegas VP Corporate Communications Arsari Group Ariseno Ridhwan dikutip Senin, 29 Juni 2026.

Nama Hashim ramai dikaitkan dengan dugaan konflik kepentingan dan menguntungkan diri pribadi atas ditunjuknya FolaPlay sebagai mitra OTT tayangan siaran Piala Dunia 2026. Narasi tersebut muncul di salah satu episode Podcast Bocor Alus Politik Tempo dan direplikasi oleh berbagai akun media sosial seperti akun TikTok @iamsalimvanjava, serta akun Instagram @kabarbaru.co dan @makasar_iinfo.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya