Berita

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

PDIP Nonaktifkan Veronika Lake Buntut Dokter Icha Bunuh Diri

SELASA, 30 JUNI 2026 | 20:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya menonaktifkan Veronika Lake dari jabatannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sanksi pemecatan sementara ini dijatuhkan menyusul dugaan kuat keterlibatan Veronika dalam kasus perundungan dan intimidasi verbal terhadap mendiang dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha, hingga korban depresi dan nekat mengakhiri hidupnya.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengungkapkan bahwa keputusan pencopotan tersebut diambil setelah Badan Kehormatan DPC PDIP Kabupaten TTU memanggil Veronika untuk memberikan klarifikasi.


"Hari ini anggota DPRD dari PDIP itu sudah dipanggil oleh Badan Kehormatan Partai untuk diminta penjelasan atas peristiwa yang menyangkut dugaan kasus bunuh dirinya Dokter Icha," kata Andreas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

Berdasarkan hasil klarifikasi tersebut, DPC PDIP TTU langsung mengetok palu untuk menonaktifkan Veronika dari seluruh aktivitas kepartaian selama proses penyelidikan di kepolisian berjalan.

"DPC menonaktifkan dia selama proses hukum di polisi. Dan kemudian mereka bertiga (oknum anggota DPRD) itu sudah dipanggil oleh polisi, sehingga kita tunggu proses hukumnya," tegas Andreas.

Legislator senior banteng ini menambahkan, keputusan penonaktifan dari tingkat daerah tersebut akan segera dilaporkan secara resmi kepada DPP PDIP di Jakarta.

Saat disinggung mengenai potensi pemecatan permanen atau sanksi pemecatan sebagai kader, Andreas menyebut partai masih menunggu kepastian hukum tetap dari aparat penegak hukum.

"Karena kan ini masih dugaan, apakah ada hubungan sebab akibat antara satu peristiwa (intimidasi) dengan peristiwa yang lain (bunuh diri). Beda dengan kasus pembunuhan yang langsung pidananya," ulasnya.

Veronika Lake merupakan satu dari tiga oknum anggota DPRD Kabupaten TTU yang terseret dalam pusaran kasus tragis ini. Dua legislator lainnya adalah Therensius Lazakar dari Fraksi Partai Golkar dan Nobertus Tubani dari Fraksi PKB.

Ketiganya diduga kompak melakukan intimidasi verbal secara ugal-ugalan terhadap Dokter Icha saat korban sedang berdinas di RSU Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026 lalu.

Aksi arogan para wakil rakyat itu dipicu lantaran Dokter Icha tengah menangani seorang pasien anak korban gigitan ular, yang diketahui merupakan keponakan dari legislator Golkar, Therensius Lazakar.

Akibat tekanan mental dan intimidasi brutal tersebut, Dokter Icha dilaporkan mengalami depresi berat hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah mengakhiri hidupnya di kediamannya pada Jumat, 26 Juni 2026 pekan lalu.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya