Berita

Audiensi platform Penjaga Harapan Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, di Kantor Kemensos. (Foto: Humas Kemensos)

Politik

Film Sekolah Rakyat Segera Hadir, Angkat Kisah Dramatis

SELASA, 30 JUNI 2026 | 18:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Film berdurasi sekitar 25 menit, akan diproduksi Kementerian Sosial (Kemensos) dengan pendekatan dramatik, mengisahkan soal Sekolah Rakyat.

Bersama platform Penjaga Harapan, Kemensos menonjolkan transformasi dari keterbatasan menuju harapan, tanpa mengeksploitasi penderitaan dalam film Sekolah Rakyat. 

Koordinator Konten Penjaga Harapan, Doni Adhitia mengatakan, proyek ini bukan sekadar produksi film, melainkan kerja kolaboratif untuk membawa nilai program ke ruang publik.


“Kami berharap film ini menjadi kerja bersama untuk membawa nilai ideologis Sekolah Rakyat kepada masyarakat. Ini bukan sekadar cerita, tapi upaya menghadirkan empati dan pemahaman bahwa program ini benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Juni 2026.

Menanggapi rencana tersebut, Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono menyatakan dukungan penuh, dan menekankan pentingnya hasil yang berdampak.

“Kalau ini kita mulai, harus berhasil. Ini bukan sekadar produksi, tapi bagaimana masyarakat bisa melihat bahwa negara hadir dan memberi harapan,” tegasnya.

Kemensos juga membuka dukungan yang diperlukan dalam proses produksi, termasuk akses lokasi, data, serta koordinasi dengan unit terkait.

Jabo menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan instrumen negara untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, bukan tujuan akhir semata.

“Sekolah Rakyat ini bukan tujuan, tapi alat yang disediakan negara agar anak-anak dari keluarga miskin bisa mewujudkan cita-citanya dan keluarganya bisa tergraduasi dari kemiskinan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, mayoritas siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 DTSEN dengan kondisi ekonomi sangat terbatas. Melalui konsep boarding school, program ini menghadirkan akses pendidikan yang layak tanpa terkendala zonasi maupun keterbatasan geografis.

Film yang diinisiasi melalui platform Penjaga Harapan ini dirancang sebagai medium penyampaian nilai dan pesan program kepada masyarakat luas. 

Cerita akan mengangkat perjalanan seorang anak dari keluarga sederhana yang semula harus bekerja, hingga akhirnya mendapatkan kesempatan bersekolah.

Wildanshah, selaku Direktur Utama Penjaga Harapan menyampaikan bahwa inisiatif ini penting sebagai jembatan komunikasi kebijakan kepada publik.

“Kami melihat film ini sebagai bagian dari upaya menyampaikan program pemerintah secara lebih membumi dan mudah dipahami masyarakat. Substansi program tetap milik negara, dan pendekatan kreatif seperti ini menjadi pelengkap untuk memperluas jangkauan pesan,” ujar Wildanshah.

Film akan diproduksi dengan durasi sekitar 25 menit. Selain itu, akan disiapkan versi singkat berdurasi 30 detik sebagai trailer untuk distribusi di berbagai kanal publik seperti videotron.

Produksi film ini diharapkan dapat memperluas keterlibatan komunitas perfilman dalam menyampaikan program strategis pemerintah, sekaligus memperkuat pemahaman publik bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci dalam pengentasan kemiskinan.

Film ini merupakan karya kolaboratif yang mengangkat kisah anak dari keluarga miskin ekstrem yang berjuang mengakses pendidikan. 

Dengan latar wilayah seperti Cariu dan sekitarnya, cerita menampilkan transformasi kehidupan seorang anak dari kondisi harus bekerja setiap hari, hingga akhirnya memperoleh kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.

Produksi direncanakan berlangsung selama tiga hari dengan pendekatan berbasis riset dan konsultasi bersama Kemensos serta komunitas film.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya