Berita

Kolase Gibran Rakabuming Raka, Joko Widodo, dan Kaesang Pangarep. (Foto: AI)

Politik

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

SELASA, 30 JUNI 2026 | 18:21 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kepemimpinan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan adiknya yang merupakan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep dipertanyakan. 

Hal itu buntut dari digelarnya safari politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dimulai di Lampung beberapa waktu lalu. 

Pengamat politik Citra Institute, Efriza memandang hasrat Jokowi dalam safari politik di Lampung nampak terlihat, terutama melalui simbol gelar baru yang dia dapat dari Keraton Keagungan Lampung, yaitu Baginda Pemuka Bangsa.


"Jika dikaitkan secara politik, agenda Jokowi ke Lampung adalah dalam rangka pencitraan diri menuju Dewan Pembina PSI dan sekaligus mengupayakan mendongkrak elektabilitas PSI," ujar Efriza kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

Di satu sisi, Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) ini menilai, Jokowi sebagai ayah yang telah mendorong anak-anaknya terjun ke politik praktis, tentu sangat paham tentang kemampuan Gibran maupun Kaesang untuk pesta elektoral selanjutnya.

"Ini semua terjadi karena Kaesang dan Gibran lemah dalam kepemimpinan sehingga Jokowi sebagai ayah sekaligus mantan presiden harus terus ditonjolkan upaya pembangunan citranya," tuturnya.

Oleh karena itu, Efriza meyakini melalui safari politik Jokowi ingin menunjukkan diri sebagai mantan Presiden yang merakyat, yang padahal semestinya tidak perlu diproduksi oleh Jokowi di masa pemerintahan Presiden Prabowo.

"Jadi proses safari politik Jokowi bukan sekadar proses bertemu elite dan kader PSI maupun penyelenggaraan acara PSI, tetapi ingin membangun citra diri sebagai presiden yang terbaik bagi negeri ini sekaligus punya legacy terbaik bagi negeri ini," demikian dosen ilmu pemerintahan di Universitas Pamulang (UNPAM) ini menutup.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya