Berita

Presiden terpilih Peru Keiko Fujimori (Foto: Instagram)

Dunia

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Jadi Presiden Setelah Empat Kali Maju Pilpres
SELASA, 30 JUNI 2026 | 18:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kemenangan Keiko Fujimori dalam Pemilihan Presiden Peru 2026 tidak hanya menandai kebangkitan dinasti politik Fujimori, tetapi juga menghadirkan kemiripan dengan perjalanan politik Presiden RI Prabowo Subianto. 

Sama seperti Prabowo, Keiko harus melewati serangkaian kekalahan sebelum akhirnya berhasil merebut kursi tertinggi di negaranya.

Putri sulung mantan Presiden Alberto Fujimori itu resmi memenangkan putaran kedua Pilpres Peru pada Selasa, 30 Juni 2026 setelah mengungguli kandidat kiri Roberto Sanchez dengan selisih kurang dari 50 ribu suara dari lebih dari 18 juta suara yang sah. 


Dalam pesan kemenangannya, Fujimori menyampaikan pesan persatuan dan optimisme bagi rakyat Peru yang selama bertahun-tahun menghadapi ketidakstabilan politik dan lonjakan kriminalitas. 

“Setiap kali kita semakin dekat untuk memulai jalan menuju ketertiban dan harapan bagi seluruh rakyat Peru," tulis Fujimori di platform X.

Kemenangan tersebut mengakhiri penantian panjang Keiko yang sebelumnya tiga kali gagal dalam perebutan kursi Presiden Peru, masing-masing pada 2011, 2016, dan 2021.

Karier politik Keiko telah lama menjadi bagian penting dalam dinamika politik Peru. Setelah terpilih sebagai anggota Kongres pada 2006, ia menjelma menjadi tokoh utama kubu konservatif melalui partai Fuerza Popular. 

Meski berkali-kali mencapai putaran kedua pemilu, jalan menuju Istana Pizarro selalu terhalang hingga akhirnya terbuka pada Pilpres 2026. 

Kemenangan ini sekaligus mengembalikan nama Fujimori ke pusat kekuasaan Peru lebih dari dua dekade setelah kejatuhan pemerintahan Alberto Fujimori.

Perjalanan panjang tersebut mengingatkan pada kiprah Prabowo Subianto di Indonesia. 

Prabowo pertama mencoba untuk maju menjadi presiden pada 2004 melalui Partai Golkar dengan mengikuti konvensi.

Namun dalam konvensi ia hanya mendapatkan 39 suara, yang merupakan perolehan terendah dari lima calon ketika itu. Calon lainnya adalah Wiranto, Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie dan Surya Paloh.

Konvensi ini akhirnya dimenangkan oleh Wiranto, mengalahkan Akbar Tanjung di putaran kedua.

Prabowo kemudian maju sebagai calon presiden pada 2014 berpasangan dengan Hatta Rajasa, namun akhirnya kalah dari duet Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Pada Pilpres 2019, Prabowo kembali maju sebagai calon presiden dengan menggandeng Sandiaga Uno. Untuk kedua kalinya secara beruntun, ia berhadapan dengan Jokowi dan kembali mengalami kekalahan setelah pertarungan politik yang berlangsung sengit dan memecah dukungan publik.

Baru pada Pilpres 2024, Ketua Umum Partai Gerindra itu berhasil memenangkan pemilu dan mengamankan mandat rakyat untuk memimpin Indonesia.

Belum lama ini, Prabowo mengisahkan pengalamannya berulang kali kalah dalam pemilihan umum saat berbicara di hadapan peserta Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta. 

Di hadapan kalangan akademisi dan ilmuwan, ia menegaskan komitmennya untuk tetap menghormati hasil demokrasi meskipun berkali-kali gagal meraih kemenangan.

"Saya sebagai pemimpin politik, saya dipilih secara demokratis, saya maju ke rakyat. Lima kali minta mandat, empat kali tidak diberi mandat, empat kali saya kalah, tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat," ujar Prabowo pada Jumat, 26 Juni 2026.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya