Berita

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Desak Evaluasi UKT dan Jalur Mandiri, Ini Sebabnya

SELASA, 30 JUNI 2026 | 15:51 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Tingginya biaya kuliah dinilai masih menjadi penghambat akses pendidikan tinggi. 

Kondisi itu tercermin dari masih adanya calon mahasiswa yang gagal melakukan daftar ulang akibat besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) maupun biaya lain yang harus dibayar.

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan UKT dan mekanisme penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri. 


Menurutnya, sistem pembiayaan pendidikan tinggi harus lebih berpihak pada kemampuan ekonomi masyarakat.

"Beberapa siswa tidak bisa mendaftar ulang karena ada beberapa penyebab, salah satunya UKT dan juga uang bangunan," kata Habib kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026. 

"UKT memang harus tunggal, tetapi penerapannya harus memperhatikan kondisi ekonomi orang tua. Ada kelompok-kelompok atau cluster sesuai kemampuan ekonomi. Jangan sampai semua mahasiswa diperlakukan sama karena itu tidak adil," tambahnya.

Habib juga menyoroti keberadaan uang pembangunan atau sumbangan yang masih diterapkan, terutama pada jalur mandiri di sejumlah perguruan tinggi. 

"Saya mendapat informasi ada calon mahasiswa yang mengisi nominal lebih rendah, tetapi tidak diterima. Sementara yang diterima rata-rata memberikan nominal lebih tinggi. Hal seperti ini tentu perlu menjadi perhatian," jelasnya.

Karena itu, Habib meminta pemerintah turut mengevaluasi mekanisme seleksi jalur mandiri. Ia mengusulkan penerimaan jalur mandiri cukup dibuka satu kali agar tidak membuka ruang praktik yang berpotensi menimbulkan ketidakadilan.

"Jalur mandiri cukup dibuka satu kali. Jangan sampai ada gelombang kedua atau ketiga yang membuka peluang munculnya praktik-praktik yang tidak diinginkan," tandasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya