Berita

Truk pengangkut BBM Pertamina menjangkau pelosok negeri. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Pertamina Perkuat Jangkauan Distribusi Energi hingga Pelosok Negeri

SELASA, 30 JUNI 2026 | 14:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina (Persero) terus memperkuat jaringan distribusi energi guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menegaskan, ketahanan energi tidak hanya bergantung pada kecukupan pasokan, tetapi juga kemampuan menghadirkan energi hingga ke seluruh pelosok negeri.

"Sebagai BUMN energi, Pertamina mengemban amanah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh akses energi di mana pun mereka berada. Karena itu, kami terus memperkuat jaringan distribusi dan infrastruktur agar BBM maupun LPG dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal," ujar Baron dalam keterangannya, Selasa, 30 Juni 2026.


Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Pertamina melalui Subholding Downstream menyalurkan 18,23 juta kiloliter Solar Subsidi, 28,06 juta kiloliter Pertalite, 507,94 ribu kiloliter minyak tanah, serta 8,52 juta metrik ton LPG tabung 3 kilogram.

Keandalan distribusi energi itu didukung jaringan infrastruktur yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2025, Pertamina mengoperasikan 15.380 titik penyaluran BBM dan 273.388 pangkalan LPG di 38 provinsi.

Untuk memperluas akses energi di wilayah 3T, Pertamina juga telah mengoperasikan 588 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang dibangun sepanjang 2017-2025. Program tersebut memastikan masyarakat memperoleh BBM dengan harga yang sama seperti di wilayah lainnya.

Selain itu, Pertamina mengoperasikan 6.703 Pertashop yang melayani masyarakat di daerah yang belum terjangkau SPBU. Sementara melalui Program One Village One Outlet (OVOO), distribusi LPG bersubsidi kini telah menjangkau 70.451 desa dan kelurahan atau sekitar 96,3 persen wilayah Indonesia.

Kelancaran distribusi energi nasional juga ditopang 481 armada kapal yang beroperasi sepanjang 2025, terdiri dari 110 kapal tanker, satu unit Floating Storage Offloading (FSO), serta 370 kapal pendukung. Armada tersebut menjadi penghubung distribusi BBM, LPG, dan produk energi lainnya ke berbagai wilayah di Tanah Air.

"Kami terus memperkuat infrastruktur distribusi, memperluas jangkauan BBM Satu Harga, Pertashop, serta jaringan pangkalan LPG agar akses energi semakin mudah, merata, dan andal bagi masyarakat. Upaya ini sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung aktivitas ekonomi di seluruh Indonesia," tutup Baron.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya