Berita

Salah satu Mitra Binaan sedang mensortir biji kopi di Geothermal Dry House. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Dari Panas Bumi: Inovasi Pertamina Hadirkan Secangkir Kopi

SELASA, 30 JUNI 2026 | 14:24 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemanfaatan energi panas bumi (geothermal) oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) terbukti mampu memberikan nilai tambah luar biasa bagi sektor pertanian dan ekonomi lokal di kawasan Kamojang, Jawa Barat.

Berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl), wilayah Kamojang dikenal sebagai salah satu lumbung penghasil kopi arabika berkualitas.

Melihat potensi tersebut, PGE berinovasi menghadirkan teknologi Geothermal Dry House. Inovasi ini memanfaatkan steam trap (jebakan uap) panas bumi sebagai sumber panas alternatif untuk proses pengeringan biji kopi.


Corporate Secretary PGE, Muhammad Taufik menjelaskan, inovasi pemanfaatan langsung (direct use) panas bumi ini dirancang untuk mendongkrak kualitas produk lokal.

"Melalui inovasi seperti Geothermal Dry House, kami memperlihatkan bahwa panas bumi bisa dimanfaatkan langsung untuk meningkatkan kualitas produk lokal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Taufik dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 30 Juni 2026.

Efeknya pun tak main-main. Dari sisi operasional, teknologi teranyar ini mampu mempercepat proses pengeringan biji kopi hingga tiga kali lipat dengan tingkat efisiensi mencapai 300 persen.

Jika sebelumnya petani membutuhkan waktu 30 hingga 45 hari untuk menjemur kopi, kini proses tersebut terpangkas drastis menjadi hanya 3 sampai 10 hari saja. Selain menghemat waktu dan biaya, biji kopi yang dihasilkan jauh lebih higienis dengan tingkat kematangan yang konsisten.

Berkat program pemberdayaan ini, PGE kini telah bermitra dengan 3 kelompok tani lokal, yakni Ecovill, Akkar, dan Penyoeka Kopi, serta sukses memberdayakan 320 keluarga petani kopi di sekitar wilayah operasi.

Hasilnya pun naik kelas. Kopi arabika Kamojang binaan PGE ini dilaporkan telah berhasil menembus pasar internasional di kawasan Asia dan Eropa dengan total volume ekspor mencapai 20 ton.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya