Berita

Representative Image (Foto' Wikipedia)

Publika

Akuisisi Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi dan Tantangan Operasionalisasinya

*OLEH: BENI SUKADIS
SELASA, 30 JUNI 2026 | 13:56 WIB

DI Tengah meningkatnya persaingan geopolitik global serta berbagai konflik yang terjadi di Timur Tengah dan kawasan lainnya, pemerintah Indonesia terus melakukan pembaruan sistem persenjataan sebagai bagian dari program modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) nasional.

Modernisasi tersebut mencakup berbagai platform pertahanan, mulai dari pesawat tempur, kapal perang, radar, hingga sistem pesawat tanpa awak (drone). Salah satu perkembangan yang menarik perhatian dalam satu tahun terakhir adalah rencana akuisisi kapal induk Italian Ship (ITS)  Giuseppe Garibaldi dari Italia. Rencana tersebut menunjukkan ambisi besar Indonesia dalam meningkatkan kapabilitas Angkatan Laut sekaligus memperkuat posisi strategis Indonesia sebagai negara maritim.

Dari sisi politik, hambatan utama dalam proses akuisisi atau transfer sistem persenjataan ini pada dasarnya telah terlewati. Persetujuan parlemen Italia, pada April 2026, terhadap pengalihan (hibah) kapal tersebut kepada Indonesia menjadi langkah penting yang membuka jalan bagi proses selanjutnya. Dengan demikian, fokus saat ini tidak lagi berada pada aspek politik, melainkan pada aspek teknis yang berkaitan dengan kesiapan operasional kapal sebelum dapat digunakan oleh TNI Angkatan Laut.


Sejak tahun 2025, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan telah mempersiapkan alokasi anggaran sekitar 450 juta dolar AS untuk mendukung proses pengadaan dan rekondisi kapal tersebut. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat kemampuan pertahanan nasional. Oleh karena itu, upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan modernisasi alutsista patut diapresiasi sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia. 

Namun demikian, terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian sebelum kapal ini benar-benar dapat dioperasikan secara efektif. Salah satu isu yang paling penting adalah kondisi teknis kapal dan kebutuhan pemeliharaan sebelum diserahkan kepada Indonesia. ITS Giuseppe Garibaldi bukanlah kapal baru, karena kapal ini telah beroperasi selama lebih dari empat dekade sejak pertama kali masuk di Angkatan Laut Italia. Usia yang relatif tua tentu menimbulkan tantangan tersendiri, terutama terkait keandalan sistem, efisiensi operasional, serta kebutuhan pemeliharaan yang lebih intensif dibandingkan platform yang lebih modern.

Meskipun demikian, usia kapal tidak selalu menjadi faktor penentu menurunnya kemampuan operasional. Kinerja kapal masih dapat dipertahankan pada tingkat yang baik apabila proses pemeliharaan dan perawatan dilakukan secara konsisten, teratur, dan sesuai standar pabrikan. Dalam konteks inilah proses rekondisi (refurbishment) menjadi sangat penting. Sebagai kapal induk ringan yang dirancang untuk mengoperasikan helikopter dan pesawat lepas landas vertikal, ITS Giuseppe Garibaldi memerlukan perhatian khusus agar seluruh sistem dapat berfungsi secara optimal setelah diserahkan kepada Indonesia.

Terdapat beberapa alasan mengapa proses rekondisi harus menjadi prioritas utama. Pertama, kapal yang dibangun oleh perusahaan kapal Fincantieri ini selama masa pengabdiannya di Angkatan Laut Italia secara konsisten menjalani pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) di fasilitas yang memiliki pemahaman terhadap desain dan karakteristik teknis kapal tersebut. Pengalaman panjang Fincantieri dalam menangani kapal ini menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas dan performa kapal selama bertahun-tahun.

Kedua, fasilitas pemeliharaan dari perusahaan lain belum tentu mampu memenuhi standar teknis yang sama dengan yang diterapkan oleh pabrikan. Perbedaan standar, pengalaman teknis, serta ketersediaan suku cadang dapat memengaruhi kualitas hasil rekondisi. Oleh karena itu, proses perbaikan dan pembaruan sistem (refurbishment) sebaiknya tetap melibatkan pihak yang memiliki kompetensi dan rekam jejak terbaik terhadap platform tersebut agar hasil yang diperoleh benar-benar optimal.

Ketiga, sebagian dari alokasi anggaran yang telah disetujui pemerintah Indonesia (450 juta dolar AS) sebaiknya difokuskan pada rekondisi menyeluruh terhadap kapal. Prioritas utama bukan hanya memperoleh platformnya, tetapi juga memastikan bahwa seluruh sistem propulsi, sensor, komunikasi, navigasi, dan dukungan operasional berada dalam kondisi terbaik ketika kapal mulai digunakan oleh TNI AL. Tanpa proses rekondisi yang memadai, biaya operasional dan risiko gangguan teknis di masa depan dapat meningkat secara signifikan.

Keempat, untuk mencapai tingkat kesiapan operasional yang tinggi, penggunaan kapal ini pada tahap awal sebaiknya difokuskan pada fungsi yang memang telah terbukti selama masa pengoperasiannya, yaitu sebagai kapal induk helikopter. Pemanfaatan untuk sistem lain, seperti wahana udara tanpa awak (UAV), dapat dipertimbangkan pada tahap berikutnya setelah pengalaman operasional dan kesiapan teknis benar-benar matang. Pendekatan yang bertahap dan realistis akan membantu mengurangi risiko sekaligus meningkatkan efektivitas pemanfaatan kapal.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, dapat dipahami bahwa proses operasionalisasi ITS Giuseppe Garibaldi bukanlah pekerjaan yang sederhana. Kapal ini menggunakan sistem propulsi turbin gas dan teknologi persenjataan Eropa yang memerlukan dukungan logistik, pelatihan personel, serta pemeliharaan berkelanjutan. Selain kesiapan platform, kesiapan sumber daya manusia dan sistem pendukung juga akan menentukan keberhasilan pengoperasiannya.

Pemerintah Indonesia berharap kapal tersebut dapat diterima bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun TNI 5 Oktober tahun ini. Namun, pemerintah Italia menyatakan bahwa proses serah terima diperkirakan baru akan selesai pada Desember 2026 setelah seluruh prosedur yang diperlukan rampung pasca persetujuan parlemen Italia pada bulan April lalu.

Pada akhirnya, akuisisi ITS Giuseppe Garibaldi merupakan langkah strategis yang dapat memperkuat kemampuan maritim Indonesia. Namun keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh proses pengadaan, melainkan juga oleh kualitas rekondisi, kesiapan personel, dukungan logistik, serta kemampuan mempertahankan standar pemeliharaan yang tinggi setelah kapal memasuki masa dinas di TNI Angkatan Laut. Dengan pengelolaan yang tepat, kapal ini berpotensi menjadi aset penting bagi penguatan pertahanan Indonesia di masa mendatang.

*Penulis merupakan konsultan senior di Marapi Consulting & Advisory, Jakarta.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya