Berita

Gerai Kopdes Merah Putih. (Foto: Kemenkop)

Politik

Indonesia Perlu Contoh Negara Tetangga dalam Rekrut Manajer Kopdes

SELASA, 30 JUNI 2026 | 13:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, turut beduka cita atas meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan yang tergabung dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).

"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujarnya, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut sosok yang akrab disapa Gus Rivqy itu, peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi terhadap desain rekrutmen calon manajer KDKMP. Program strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat ekonomi desa tidak boleh dibayangi oleh proses seleksi yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.


Ia menilai kebutuhan utama seorang manajer koperasi adalah kapasitas kepemimpinan, integritas, kemampuan mengelola usaha, literasi keuangan, tata kelola organisasi, serta kemampuan membangun jejaring dengan masyarakat dan pelaku usaha.

Oleh karena itu, skema rekrutmen semestinya lebih menitikberatkan pada pengukuran kompetensi manajerial dibandingkan tes fisik, apalagi digelar dalam waktu yang cukup lama.

"Saya melihat retret bagi mereka itu cukup lama ya, sampai sebulan. Dan setelah itu pelatihan manajerial 15 hari. Jadi mungkin untuk selanjutnya dikurangi saja durasi retretnya, jangan sebulan. Akan lebih baik kalau difokuskan ke skema manajerial saja," katanya.

Gus Rivqy mengusulkan agar pembekalan calon manajer KDKMP lebih menekankan praktik lapangan melalui pendampingan langsung di koperasi-koperasi yang telah berhasil, magang bersama pelaku usaha, serta pendampingan oleh mentor profesional.

Ketua Umum DKP Panji Bangsa itu menyatakan, banyak negara telah membuktikan bahwa keberhasilan koperasi dibangun melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, bukan pendekatan fisik yang berlebihan. Di Jepang, koperasi pertanian berkembang melalui pendidikan manajemen yang berkelanjutan, pelatihan bisnis, dan pendampingan profesional.

Di Korea Selatan, gerakan Saemaul Undong berhasil memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan kepemimpinan lokal, pelatihan kewirausahaan, serta partisipasi masyarakat. Sementara di Belanda, koperasi-koperasi besar tumbuh karena dikelola oleh manajer profesional dengan kompetensi bisnis, tata kelola, dan akuntabilitas yang kuat.

"Indonesia perlu mengadopsi praktik-praktik terbaik tersebut. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan berhasil apabila dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, memahami bisnis, dan dibina secara berkelanjutan. Yang terpenting, tidak boleh ada lagi peserta yang kehilangan nyawa dalam proses menyiapkan pemimpin koperasi masa depan," pungkasnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Penjualan LCGC di Dealer Naik, Kiriman dari Pabrik Justru Turun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:09

Putin-Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Rusia pada 3 September

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07

AHWA Pemilih Ketum PBNU Harus Bebas Konflik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40

Gegara Polis Dibatalkan, MSIG Life Hadapi Gugatan Rp20 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31

Kapolri Dorong Eks Anggota JI Jadi Mitra Polri Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:04

Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Tanpa Intervensi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:45

Indonesia Desak OKI Ambil Langkah Nyata Hadapi Kejahatan Israel

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jadi Cara Kemensos Jemput Bola Putus Mata Rantai Kemiskinan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17

Pasar Mobil Nasional Capai Setengah Juta Unit Pada Semester I 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:46

Korut Rombak Jajaran Militer, Kim Song Gi Ditunjuk Jadi Menhan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:20

Selengkapnya