Berita

Representative Image (Foto: AI)

Dunia

Iran Tolak Rencana Prancis Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

SELASA, 30 JUNI 2026 | 11:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan baru mewarnai kawasan Teluk setelah Iran secara tegas menolak rencana yang didukung Prancis untuk melakukan operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz. 

Penolakan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, melalui akun X, dikutip Selasa , 30 Juni 2026. 

Menurutnya, berdasarkan Memorandum Islamabad, operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz hanya dapat dilaksanakan oleh Iran sebagai negara pesisir yang memiliki otoritas atas pengelolaan keamanan jalur pelayaran tersebut.


“Berdasarkan nota kesepahaman Islamabad, operasi pembersihan ranjau di jalur perairan strategis tersebut akan dilakukan secara eksklusif oleh Iran,” tegas Gharibabadi.

Dia menambahkan bahwa tidak akan ada ruang bagi pengaturan paralel maupun keterlibatan pihak asing dalam kegiatan pembersihan ranjau. 

Teheran menilai situasi di Selat Hormuz saat ini masih berada dalam kondisi sensitif dan kompleks sehingga setiap langkah sepihak berpotensi memicu ketegangan baru di kawasan.

“Kami sangat menyarankan Prancis untuk tidak memperumit situasi dengan provokasinya,” lanjutnya.

Pernyataan keras dari Teheran itu muncul setelah Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengumumkan kesepakatan antara Prancis dan Oman untuk bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau di Selat Hormuz. 

Macron menyebut langkah tersebut dilakukan bersama mitra internasional guna menjamin keamanan jalur perdagangan global serta memastikan lalu lintas kapal dapat berlangsung secara bebas dan tanpa hambatan. 

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuannya dengan Sultan Haitham bin Tariq di Paris dalam kunjungan resmi pertama pemimpin Oman tersebut ke Prancis.

Selama ini Iran berulang kali menegaskan bahwa pengelolaan navigasi, operasi demining, serta pengaturan maritim sementara di Selat Hormuz diatur dalam Pasal 5 Memorandum Islamabad dan tetap berada di bawah koordinasi Teheran. 

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia dan terus menjadi titik panas geopolitik sejak pecahnya konflik pada 28 Februari.

Berlakunya memorandum Iran-Amerika Serikat pada 18 Juni lalu bertujuan memulihkan lalu lintas maritim dan menciptakan mekanisme navigasi sementara di kawasan tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya