Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Foto: Dok PSI)

Politik

Dendam dengan PDIP Bikin Jokowi Arahkan PSI Bidik Basis Wong Cilik

SELASA, 30 JUNI 2026 | 11:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ritual Presiden ke-7 RI Joko Widodo menginjak kepala kerbau saat menghadiri kegiatan adat di Lampung memunculkan anggapan bahwa Partai Solidaritas Indonesia yang kini dibina Jokowi tengah menyiapkan diri untuk menantang dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Pengamat politik Andi Yusran menilai ada dua faktor yang membuat PSI terlihat semakin menantang PDIP.

“Ada dua hal yang membuat mengapa PSI terlihat sangat anti dengan PDIP. Pertama, ada dendam antara Jokowi dan keluarganya dengan PDIP, terutama setelah Jokowi dan keluarganya dipecat oleh PDIP,” ujar Andi Yusran kepada RMOL, Selasa, 30 Juni 2026.


Faktor kedua, kata dia, berkaitan dengan perebutan basis pemilih yang relatif sama antara kedua partai.

“Kedua, captive market yang sama antara PDIP dan PSI. Sama-sama mengharap pemilih sekuler dan kelas menengah ke bawah,” lanjutnya.

Menurut Andi Yusran, masuknya Jokowi dan keluarganya ke PSI telah mengubah arah dan platform politik partai tersebut secara signifikan.

Sebelumnya, PSI dikenal sebagai partai sekuler perkotaan yang menyasar pemilih pemula dan generasi muda, khususnya Gen Z. Namun kini, kata dia, orientasi partai mulai bergeser ke pemilih pedesaan, wong cilik, dan pemilih pragmatis.

“Masuknya Jokowi dan keluarganya ke PSI setidaknya telah mengubah secara total platform ideologi partai dari yang sebelumnya sekuler perkotaan yang menyasar pemilih pemula dan Gen Z, kini mulai bergeser ke pasar pedesaan, wong cilik, dan pemilih pragmatis,” jelasnya.

Perubahan platform tersebut, lanjut Andi Yusran, membuat PSI berpotensi bertarung langsung di wilayah elektoral yang selama ini menjadi basis kuat PDIP.

“Perubahan platform tersebut menjadikan PSI akan bertarung di wilayah yang selama ini dikuasai oleh PDIP,” pungkasnya.

Ia menilai, jika pergeseran itu berlangsung konsisten, maka persaingan PSI dan PDIP pada pemilu mendatang akan semakin terbuka, terutama dalam memperebutkan pemilih kelas menengah bawah dan wong cilik.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya