Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Insentif Kendaraan Listrik Masih Dievaluasi, Pemerintah Fokus Persiapkan Mobil Nasional

SELASA, 30 JUNI 2026 | 08:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah belum dapat memastikan apakah insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) akan mulai diterapkan pada Agustus 2026 mendatang. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kebijakan tersebut saat ini masih dalam tahap evaluasi mendalam, menyusul langkah pemerintah yang sedang mempersiapkan program mobil nasional.

“Nanti masih dievaluasi, terutama kita sedang mempersiapkan mobil nasional,” ujar Airlangga di Gedung Smesco, Jakarta, Senin 29 Juni 2026.


Namun, Airlangga enggan merinci lebih jauh mengenai pertimbangan mendasar di balik belum dieksekusinya kebijakan insentif ini. Padahal, pengkajian insentif tersebut awalnya ditujukan untuk mendongkrak angka penjualan sekaligus memperkuat ekosistem industri EV secara domestik. Hingga saat ini, formula final terkait bentuk dan lini masa implementasi subsidi tersebut masih digodok oleh pemerintah.

Kebutuhan akan stimulus ini sebenarnya terbilang tinggi jika melihat tren pasar. 

Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) sepanjang kuartal I 2026 melonjak hingga 95,9 persen secara tahunan, dengan total raihan 33.150 unit. Sementara untuk segmen roda dua, populasi sepeda motor listrik per Februari 2026 sudah menembus 236.451 unit, memimpin dengan porsi 65 persen dari total kendaraan listrik nasional.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat membeberkan rencana alokasi kuota insentif yang disiapkan pemerintah tahun ini, yakni masing-masing 100 ribu unit untuk mobil listrik dan motor listrik. Skema subsidi untuk motor listrik diproyeksikan berada di angka Rp5 juta per unit, sedangkan besaran nilai subsidi untuk mobil listrik hingga kini belum diputuskan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya