Berita

Anggota DPD RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta, Dailami Firdaus. (Foto: Istimewa)

Politik

Setop Sementara Program Latsarmil Buntut Lima Peserta Meninggal

SELASA, 30 JUNI 2026 | 02:31 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemerintah didorong menghentikan sementara Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk melakukan evaluasi menyeluruh setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (Latsarmil).

Anggota DPD RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta, Dailami Firdaus menilai, insiden tersebut menjadi peringatan serius agar pemerintah meninjau kembali desain pelatihan dalam program SPPI, terutama karena sasaran utama program itu adalah menyiapkan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

“Saya meminta program tersebut dihentikan sementara dan dievaluasi terlebih dahulu agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” kata Dailami, dikutip Selasa 30 Juni 2026.


Ia menilai materi pembekalan semestinya lebih diarahkan pada penguatan kompetensi yang berkaitan langsung dengan tugas peserta sebagai calon manajer koperasi. 

Kemampuan manajemen organisasi, tata kelola keuangan, pemasaran, kepemimpinan, hingga pengambilan keputusan dinilai jauh lebih relevan dibandingkan latihan dasar kemiliteran.

Dailami tidak menampik bahwa pelatihan bergaya militer memiliki tujuan positif, seperti membangun disiplin, loyalitas, dan semangat juang. Namun, menurutnya, pendekatan tersebut kurang tepat diterapkan dalam program yang berorientasi pada pengelolaan koperasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Untuk konteks pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih, saya rasa pendekatan tersebut kurang sesuai,” kata Dailami.

Ia menegaskan, keberhasilan koperasi maupun kampung nelayan lebih ditentukan oleh kemampuan membangun kolaborasi, kepemimpinan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pola pelatihan seharusnya lebih berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang akan mengelola lembaga ekonomi tersebut.

Menurut Dailami, pembekalan keterampilan teknis dan manajerial akan menjadi modal penting bagi peserta untuk mengembangkan koperasi yang profesional, produktif, dan berkelanjutan.

“Dengan menekankan keterampilan yang lebih relevan, seperti manajemen keuangan, pemasaran, serta teknik pengambilan keputusan yang baik, akan tercipta koperasi dan kampung nelayan yang efektif, produktif, dan berkelanjutan,” pungkas Dailami.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya