Berita

Anggota sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi (P2 Datin) Bawaslu RI, Puadi dalam Rapat Harmonisasi Penanganan Tindak Pidana Pemilu pada Undang-Undang Pemilu, KUHAP, dan KUHP, di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Bawaslu Lakukan Harmonisasi KUHP Baru terhadap Pidana Pemilu

SENIN, 29 JUNI 2026 | 18:35 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Lahirnya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional menjadi satu fokus kajian Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi (P2 Datin) karena berimplikasi pada penanganan dugaan pelanggaran pidana pemilu.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi P2 Datin, Puadi, dalam Rapat Harmonisasi Penanganan Tindak Pidana Pemilu pada Undang-Undang Pemilu, KUHAP, dan KUHP, di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2026.

"Isu yang menurut saya juga ini perlu ya, mendapatkan perhatian yang serius dalam forum yang sangat terhormat ini. Yang pertama adalah bagaimana kita bisa menempatkan hukum pidana pemilu dalam hubungan antara asas lex specialis dan asas lex generalis," ujar Puadi saat memberikan Keynote Speech.


Menurutnya, reformasi hukum di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi penting, mengingat terdapat sejumlah aspek penting di dalam KUHP Nasional utamanya yang beririsan dengan penanganan dugaan pelanggaran pidana pemilu.

"Ini adalah kalau kita merujuk antara dua muka dalam satu uang logam yang enggak bisa dipisahkan. Maka kekuatan ini pun perlu menjadi satu perhatian, bagaimana menentukan secara jelas norma hukum acara mana yang menjadi keputusan," tuturnya.

Lebih dari itu, Puadi mengungkapkan, penanganan pelanggaran pidana pemilu ditangani oleh Bawaslu bersama dengan Kejaksaan dan Polisi melalui Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

"Kemudian juga pemilu dan norma mana yang mengikuti KUHP, dan tentunya kejelasan ini penting agar tidak terjadi perbedaan tafsir di antara para penegak hukum," sambung Puadi.

Dia memastikan, harmonisasi yang dilaksanakan Bawaslu dengan berkoordinasi bersama Kementerian Hukum, Kepolisian, dan juga Kejaksaan, bagian dari perbaikan penegakan hukum pemilu ke depannya.

"Kami ingin menempatkan satu Sentra Gakkumdu, dalam juga perkembangan konsep ya, apa yang dimaksud dengan early coordination yang saat ini menjadi salah satu arah pembaharuan dalam hukum acara pidana. Memang selama ini sudah terbangun adanya koordinasi ketika laporan masuk adanya koordinasi antara Kepolisian dan Kejaksaan," bebernya.

"Tapi bagi Bawaslu adalah, Sentra Gakkumdu sesungguhnya juga merupakan satu bentuk koordinasi awal yang telah dipraktikkan selama bertahun-tahun setiap pemilu. Pertanyaannya adalah bagaimana memperkuat kedudukan dan efektivitas mekanisme tersebut dalam kerangka hukum yang baru? Ini PR yang nanti kita akan diskusikan," demikian Puadi menambahkan.

Hadir dalam Rapat Harmonisasi ini di antaranya Wakil Menteri Hukum Prof. Edward Omar Sharif Hiariej, Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Aswanto. 

Selain itu, hadri mendampingi Puadi antara lain Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja dan Anggota Bawaslu RI Herwyn JH Malonda.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya