Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Dunia

Prancis Catat 1.000 Kematian Akibat Gelombang Panas Ekstrem

SENIN, 29 JUNI 2026 | 14:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis dan sebagian besar Eropa Barat diperkirakan menyebabkan sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari biasanya sejak 24 Juni 2026. 

Badan Kesehatan Masyarakat Prancis dalam keterangannya pada Minggu, 28 Juni 2026, waktu setempat, menjelaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan belum sepenuhnya diverifikasi. Namun, data awal menunjukkan lonjakan angka kematian terjadi selama periode suhu udara yang memecahkan rekor di berbagai wilayah Prancis.

"Sejak 24 Juni, sekitar 1.000 kematian tambahan (angka yang belum dikonsolidasikan) telah diamati dibandingkan dengan kematian yang tercatat pada bulan-bulan sebelumnya," kata Badan Kesehatan Masyarakat Prancis, dikutip Senin, 29 Juni 2026.


Wilayah yang paling terdampak adalah daerah yang sebelumnya berstatus peringatan merah gelombang panas. Dari seluruh korban jiwa yang tercatat, sekitar 85 persen merupakan warga berusia 65 tahun ke atas, sehingga kelompok lansia menjadi yang paling rentan terhadap cuaca ekstrem tersebut.

Badan kesehatan juga mencatat peningkatan terbesar terjadi pada warga yang meninggal di rumah, terutama di kawasan Ile-de-France yang mencakup Paris dan sekitarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kelompok rentan, terutama lansia yang tinggal sendiri atau mengalami kesepian.

"Pengamatan ini menjadi pengingat akan perlunya langkah-langkah solidaritas terhadap orang-orang yang terisolasi atau mengalami kesepian yang mendalam, termasuk di daerah-daerah yang sangat urban," demikian pernyataan  pemerintah.

Meski cuaca mulai membaik pada akhir pekan setelah beberapa hari suhu menembus 40 derajat Celsius di banyak wilayah, pihak berwenang menegaskan bahwa data korban masih dapat berubah seiring proses verifikasi yang terus berlangsung.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya