Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

SENIN, 29 JUNI 2026 | 10:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan dunia akademik untuk tidak memandang perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semata sebagai kemajuan teknologi. 

Dalam pidatonya di Saresehan Kebangsaan KSTI 2026, Prabowo menyoroti perlombaan global dalam pengembangan AI yang kini menjadi perhatian hampir seluruh negara. 

Namun, ia mengingatkan bahwa sejumlah tokoh yang terlibat dalam pengembangan teknologi tersebut justru telah memberikan peringatan mengenai dampak yang mungkin ditimbulkannya bagi kehidupan manusia.


“Sekarang AI, Artificial Intelligence. Hampir semua negara sekarang mengejar AI, tidak mau ketinggalan. Tapi bapak-bapak penemu AI sendiri sudah memberi warning bahwa AI ini bisa menjadi repot bagi manusia," ujarnya, dikutip Senin, 29 Juni 2026.

Prabowo kemudian menyinggung kemunculan jutaan Agent AI, yakni sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk bekerja dan berkarya bagi individu, kelompok, korporasi, organisasi, maupun negara.

Teknologi tersebut telah berinteraksi secara mandiri dalam ruang percakapan tersendiri menggunakan bahasa kode yang tidak mudah dipahami manusia. 

“5 juta, mungkin 5 juta itu tiga minggu lalu. Dan mereka katanya sudah punya apa itu namanya, chat room sendiri. 5 juta ini berbicara sendiri dalam bahasa kode mereka sendiri. Jadi manusia yang menciptakan sesuatu yang lebih hebat. Sekarang juara catur saja kalah sama mesin. Juara catur. Mesin sekarang bisa buat karya-karya luar biasa," jelasnya.

Karena itu, Prabowo menegaskan bahwa kalangan akademisi memiliki peran strategis untuk mengkaji secara mendalam perkembangan AI, baik dari sisi teknologi maupun implikasinya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. 

“Jadi saudara-saudara, inilah nanti para guru besar, para profesor yang harus mendalami itu," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya