Berita

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, saat menerima audiensi para legislator Yogyakarta, di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026. (Foto: Humas Kemensos)

Nusantara

Wamensos Dorong Pemda dan BPS Selaraskan DTSEN dengan Kondisi Daerah

SENIN, 29 JUNI 2026 | 10:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mendorong pemerintah daerah (Pemda) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan penyelarasan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi di masing-masing wilayah.

Jabo mengatakan, pembahasan mengenai penyesuaian DTSEN mengemuka saat dirinya menerima audiensi para legislator dari Yogyakarta di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Menurutnya, pembagian desil dalam DTSEN tidak selalu mencerminkan kondisi ekonomi di setiap daerah. Karena itu, diperlukan penyesuaian agar penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran.


"Memang kemudian ada dua konsep, satu yang pusat, satu yang disesuaikan dengan tingkat sosial ekonomi di wilayah masing-masing. Dan itu bisa menggunakan payung hukum atau peraturan daerah dan DTSEN ini masih dalam transisi," ujar Jabo dalam keterangan tertulis Kemensos, dikutip Senin, 29 Juni 2026.

Ia menjelaskan, selama proses verifikasi dan pemutakhiran data masih berlangsung, pemerintah daerah dapat menyusun peraturan kepala daerah yang mengatur kriteria penerima manfaat bantuan sosial (bansos) sesuai kondisi sosial ekonomi setempat.

"Kami sarankan untuk bersama dengan BPS dan Dinas Sosial dalam penyusunan peraturan tersebut," sambungnya.

Sebagai contoh, Jabo menyinggung pelaksanaan Jaminan Pendidikan Daerah (JPD) di Kota Yogyakarta yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Saat ini, penyaluran JPD mengacu pada DTSEN sehingga bantuan diberikan kepada masyarakat yang masuk dalam desil 1 hingga 5.

Namun, di lapangan masih ditemukan warga yang berada di atas desil 5 tetapi dinilai tetap layak menerima bantuan pendidikan berdasarkan kondisi riil.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II DPRD Kota Yogyakarta Triyono Hari Kuncoro mengatakan pihaknya telah menyepakati perlunya penyesuaian DTSEN. Untuk itu, Komisi D DPRD akan berkonsultasi dengan Kementerian Sosial guna memperoleh penjelasan yang komprehensif.

"Komisi D bersepakat untuk kemudian mengadakan konsultasi ke Kementerian supaya mendapatkan penjelasan, informasi yang valid sehingga nanti bisa kita aplikasikan di lapangan ketika menghadapi berbagai persoalan yang ada," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Darini menjelaskan, pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan dalam menetapkan kebijakan terkait DTSEN, meski banyak menerima masukan dari masyarakat.

Ia menyampaikan, masyarakat yang merasa datanya belum sesuai masih dapat mengajukan usulan perbaikan. Selanjutnya, Dinas Sosial akan melakukan verifikasi sebelum hasilnya dikirim ke pemerintah pusat.

"Proses tersebut diperkirakan memerlukan waktu sekitar tiga bulan sesuai dengan jangka waktu pemutakhiran data," demikian ditambahkan Darini.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya