Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

ESDM Siapkan Revisi HGBT, Harga LNG Berpeluang Turun

SENIN, 29 JUNI 2026 | 07:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah tengah menyiapkan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), termasuk membuka peluang penurunan harga liquified natural gas (LNG) untuk industri. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan daya saing sektor manufaktur tanpa mengabaikan keberlanjutan industri hulu migas.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa polemik yang berkembang belakangan bukan dipicu oleh kenaikan harga gas pipa penerima fasilitas HGBT, melainkan akibat meningkatnya harga LNG yang mengikuti pergerakan pasar global.

"Harga ini dipengaruhi kenaikan crude dan dinamika global. Formulanya memang terkait dengan kenaikan crude global, sehingga harga LNG juga naik," katanya.


Meski demikian, pemerintah menilai masih terdapat ruang untuk menurunkan harga LNG yang diterima sektor industri. Menteri ESDM telah menginstruksikan pembahasan bersama PT PGN dan pelaku usaha hulu guna mencari skema penyesuaian harga yang tetap mempertimbangkan kondisi di sisi produsen.

"Ada potensinya turun. Kemarin sudah diberikan arahan oleh Pak Menteri agar kita bicarakan dengan PGN, bagian-bagian mana yang bisa kita adjust. Di hulunya juga seperti apa, sehingga nanti ada potensi untuk kita bisa atur lebih rendah dari sebelumnya," kata Laode.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan merevisi Keputusan Menteri mengenai HGBT. Revisi tersebut diharapkan dapat memperbaiki mekanisme penyaluran gas industri sehingga implementasi kebijakan menjadi lebih efektif dan mampu menjawab tantangan pasokan maupun dinamika harga gas.

Di sisi lain, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan pemerintah segera mengumumkan penurunan harga gas industri nonsubsidi bagi sejumlah sektor padat karya dan manufaktur, seperti industri granit, keramik, serta tekstil dan produk tekstil (TPT).

Menurut Said, kisaran harga gas yang lebih kompetitif akan membantu industri mempertahankan daya saing di tengah tekanan biaya produksi.

"Jadi penurunan gasnya ada batas bawahnya sekitar 7 Dolar AS, ya saya lupa per apanya, istilahnya sampai dengan 14 Dolar AS. Harga gas 7 sampai 14 Dolar AS per hitungan itu, itu membuat perusahaan masih bisa bersaing kompetitifnya untuk memproduksi,” kata Said.

Rencana evaluasi tersebut juga mendapat perhatian dari pelaku usaha. Mereka berharap revisi HGBT dan penyesuaian harga LNG tidak hanya menurunkan biaya energi, tetapi juga mampu menjamin kepastian pasokan serta menciptakan kebijakan yang berkelanjutan bagi dunia industri.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya