Berita

Ketua Umum DPP PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: Dok PKB)

Politik

Cak Imin Bangga Santri Ponpes BIMA Tembus Rusia hingga China

SENIN, 29 JUNI 2026 | 07:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Umum DPP PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menghadiri Wisuda Kelas XII SMA dan MA Unggulan Bertaraf Internasional serta SMK Unggulan Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon, Minggu malam, 28 Juni 2026.

Dalam sambutannya, sosok yang akrab disapa Cak Imin itu mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan Pesantren BIMA yang dinilainya memiliki konsep pendidikan yang visioner dan relevan dengan tantangan zaman. Ia mengaku pertama kali mengenal Pengasuh Ponpes BIMA, KH Imam Jazuli, bukan melalui pertemuan langsung, melainkan dari media sosial.

"Saya kenal beliau bukan langsung bertemu, tetapi lewat Instagram. Saya melihat ada pesantren yang unik, bangunannya bagus, suasananya luar biasa. Saya sempat bertanya kepada Kiai Said Aqil Siradj, dan beliau mengatakan memang pesantren ini luar biasa. Akhirnya saya beberapa kali sowan ke BIMA dan semakin yakin bahwa pesantren ini memiliki visi, tahapan, dan model pendidikan yang sangat jelas," ujarnya.


Menurutnya, keberhasilan para lulusan BIMA saat ini menjadi bukti bahwa konsep pendidikan yang dibangun KH Imam Jazuli sejak awal berjalan sesuai arah yang telah direncanakan.

"Ini menunjukkan bahwa Kiai Imam Jazuli sejak awal memiliki konsep, arah, dan tujuan yang jelas. Apa pun program studi yang dipilih para santri, kalau fondasinya kuat, insyaallah akan berhasil sesuai tahapannya," katanya.

Muhaimin yang hadir didampingi Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto, Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda, serta sejumlah anggota DPR RI Fraksi PKB juga mengungkapkan pernah berdiskusi dengan KH Imam Jazuli mengenai penyusunan kurikulum pesantren yang efektif.

"Saya pernah bertanya kepada beliau, apakah pengalaman belajar puluhan tahun di Lirboyo bisa dipadatkan menjadi beberapa tahun. Beliau menjawab sangat bisa. Karena itu kurikulum yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan dan tantangan zaman," ungkapnya.

Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin optimistis semakin banyak lulusan BIMA akan memperkuat pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Ia menegaskan bahwa santri masa depan harus memiliki tiga bekal utama, yakni kompetensi, integritas, dan kepatuhan terhadap ilmu pengetahuan. 

"Santri harus memenuhi tiga syarat. Pertama memiliki skill dan kemampuan. Kedua memiliki integritas. Ketiga taat asas terhadap ilmu pengetahuan," urainya.

Ia juga mengingatkan para wisudawan bahwa Indonesia tengah menikmati bonus demografi yang akan menentukan arah bangsa beberapa tahun ke depan. 

"Kalau sekarang kalian lulus, berarti tahun 2030 kalian sudah mulai memegang kendali. Muhaimin Iskandar boleh gagal, tetapi lulusan BIMA tahun 2030 tidak boleh gagal. Modal kalian sangat besar, dan bonus demografi itu mutlak ada di tangan kalian," tegasnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes BIMA, KH Imam Jazuli, menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri yang terus meningkat setiap tahun. Ia mengungkapkan target pesantren untuk melahirkan 1.000 sarjana di kampus internasional dan 1.000 sarjana di perguruan tinggi negeri dalam negeri diperkirakan akan tercapai lebih cepat dari target.

"Target kami tahun 2028 harus ada 1.000 sarjana di kampus internasional dan 1.000 sarjana di PTN nasional. Namun melihat perkembangan saat ini, insyaallah target tersebut akan tercapai pada tahun 2027," ungkapnya.

Tahun ini, sebanyak 175 santri akan melanjutkan studi ke berbagai negara seperti Rusia, Tiongkok, Tunisia, dan sejumlah negara di Timur Tengah. Selain itu, 99 santri diterima di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia, mayoritas pada program studi umum.

KH Imam Jazuli menjelaskan bahwa bahkan santri yang berangkat ke Timur Tengah tidak hanya mengambil studi keagamaan. "Dari 13 santri yang berangkat ke Tunisia, hanya dua orang yang mengambil bidang agama. Selebihnya mengambil bidang-bidang umum," ujarnya.

Menurutnya, pilihan program studi juga disesuaikan dengan kebutuhan strategis bangsa. Antara lain jurusan pertambangan hingga persenjataan. Ia menegaskan, pesantren saat ini tidak cukup hanya mencetak santri yang saleh, tetapi juga harus melahirkan generasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi bangsa.

"Saya ingin menggerakkan pesantren-pesantren secara nasional agar memiliki visi yang sama, bukan sekadar mencetak santri yang saleh, tetapi juga mencetak santri yang bermanfaat, membangun negeri, dan menguasai berbagai bidang ilmu yang dibutuhkan negara," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya