Berita

Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Foto: Istimewa)

Nusantara

MUI: Pesta Sesama Jenis Sekarang Terang-terangan

SENIN, 29 JUNI 2026 | 06:32 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti fenomena pergeseran perilaku kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Indonesia. 

Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menyatakan keprihatinannya atas maraknya perilaku menyimpang tersebut  

Menurutnya, kondisi sosial saat ini sudah mengalami salah kaprah yang sangat serius.


"Kalau dulu mereka masih ada malu-malunya. Sekarang perilakunya sudah tidak normal, dilakukan dengan cara tidak normal, terang-terangan di depan umum, pesta dan seterusnya," kata Kiai Cholil, dikutip dari MUI Digital, Senin 29 Juni 2026.

Lebih jauh, Kiai Cholil menyayangkan adanya pergeseran logika di tengah masyarakat terkait konsep toleransi. 

Saat ini, masyarakat yang mencoba menegur atau mengingatkan bahaya penyimpangan tersebut justru kerap mendapat stigma negatif.

Mengingat masifnya gerakan normalisasi LGBT, baik melalui media sosial, pembuatan grup, hingga dokumentasi terbuka, MUI menilai pendekatan persuasif berupa imbauan moral sudah tidak lagi efektif sepenuhnya.

"Harus sudah dilakukan dengan cara perundang-undangan yang mengikat, yang bisa ditindak tegas," kata Kiai Cholil.

Kiai Cholil mengingatkan kembali bahwa MUI telah lama mengeluarkan sikap keagamaan resmi terkait hal ini, yakni Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014 tentang Lesbian, Gay, Sodomi, dan Pencabulan.

MUI menegaskan bahwa sikap keras terhadap aktivitas LGBT ini didasari oleh rasa cinta terhadap kemanusiaan yang hakiki. 

Aktivitas sesama jenis dinilai melukai kehormatan manusia, memutus keberlangsungan keturunan, serta menjadi salah satu pemicu utama penyebaran penyakit menular yang belum ada obatnya, seperti HIV dan AIDS.

"Jangan sampai kita menormalisasi hal seperti ini. Hukuman itu (nantinya) berfungsi sebagai preventif, membuat orang mengerti kalau perbuatan ini salah dan tidak normal," pungkas Kiai Cholil.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya