Berita

Pembangunan Landing Dock Philippines (LDP) #1. (Foto: Humas PT PAL)

Bisnis

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

MINGGU, 28 JUNI 2026 | 05:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pembangunan Landing Dock Philippines (LDP) #1 menjadi bukti nyata bagaimana industri pertahanan nasional dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan industri lokal secara berkelanjutan.

Dalam proyek ini, PT PAL Indonesia melibatkan lebih dari 100 mitra industri dalam negeri dari berbagai sektor. 

Keterlibatan tersebut tidak hanya memperkuat rantai pasok nasional, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas, efisiensi produksi, standardisasi, hingga kemampuan teknis industri pendukung agar mampu memenuhi kebutuhan proyek strategis berstandar internasional.


“Bagi PT PAL, setiap kepercayaan yang diberikan pelanggan harus mampu diterjemahkan menjadi peluang pertumbuhan bersama bagi ekosistem industri nasional,” tulis keterangan PT PAL dikutip, Minggu, 28 Juni 2026. 

Karena itu, proyek Landing Dock Philippines #1 tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pembangunan kapal, tetapi juga menjadi sarana transfer pengalaman, peningkatan kompetensi tenaga kerja, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Melalui pola kemitraan yang berkelanjutan, PT PAL turut membangun fondasi industri maritim dan pertahanan Indonesia yang semakin mandiri, kompetitif, dan berdaya saing global. 

Dengan meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap produk industri pertahanan nasional, proyek-proyek ekspor strategis diharapkan dapat terus menjadi jembatan bagi industri lokal untuk naik kelas dan mampu berbicara lebih banyak di pasar global.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya