Berita

Pengusaha Factory Outlet (FO), Perry Tristianto (kiri). (Foto: RMOL)

Politik

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

SABTU, 27 JUNI 2026 | 16:41 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

  Persoalan ekonomi nasional tidak hanya dipengaruhi faktor global seperti pelemahan nilai tukar Rupiah, tetapi juga dipengaruhi berbagai persoalan internal, termasuk dugaan praktik mafia komoditas dan ketidakadilan dalam penerapan kebijakan.

Begitu dikatakan Pengusaha Factory Outlet (FO), Perry Tristianto dalam forum Pentahelix Lunch yang diselenggarakan RMOL TV di Hotel Bumi Siliwangi, Bandung, Jawa Barat.

Perry mengungkapkan pengalamannya saat berdialog dengan seorang mantan menteri ekonomi mengenai keberadaan mafia yang menguasai sejumlah komoditas strategis.


“Saya pernah bicara dengan bekas satu menteri ekonomi. Saya bilang, di sini ada mafia ini, mafia ini, mafia ini yang menguasai barang-barang komoditas. Kenapa harus ada? Jawabannya, ‘saluran berkat’,” ujar Perry.

Menurutnya, persoalan ekonomi tidak cukup dijelaskan hanya dari naik turunnya kurs Dolar atau kondisi geopolitik global. Ia menilai pemerintah juga perlu berani membenahi persoalan struktural di dalam negeri.

Perry juga menyoroti tingginya budaya konsumtif masyarakat Indonesia yang justru menjadi peluang bagi negara lain.

“Indonesia ini dikuasai gaya hidup. Pasar kita diincar negara lain, bukan kita yang menguasai pasar sendiri,” katanya.

Ia mencontohkan berbagai produk unggulan Indonesia justru lebih mudah ditemukan di luar negeri dibanding di dalam negeri.

“Kalau saya cari udang yang bagus, kenapa harus ke Singapura? Padahal itu udang dari Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Perry menilai berbagai regulasi yang diterapkan pemerintah terhadap dunia usaha sebenarnya bukan menjadi persoalan selama dilakukan secara adil kepada seluruh pelaku usaha.

“Program pemerintah bagus. Silakan dijalankan. Tapi harus adil. Jangan ada yang dikenakan aturan, sementara yang lain tidak,” tegasnya.

Ia mencontohkan penerapan pajak, pengenaan tarif air tanah, hingga berbagai kewajiban lain yang menurutnya harus diberlakukan secara konsisten tanpa tebang pilih.

Tak hanya mengkritik pemerintah, Perry juga mengingatkan kalangan pengusaha agar berani melakukan introspeksi.

“Jangan salahkan pemerintah saja. Pengusaha juga harus disalahkan kalau memang salah,” katanya.

Ia bahkan menilai pengawasan terhadap dunia usaha harus diperketat agar tidak terjadi praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

“Pemerintah harus mengawasi lebih ketat. Jangan sampai ada yang bermain atau tergoda kepentingan tertentu,” ujarnya.

Menurut Perry, pengusaha juga harus memiliki kesadaran bahwa keberlangsungan usaha tidak lepas dari peran para pekerja.

“Pengusaha harus sadar bahwa mereka dihidupi oleh karyawannya, bukan sebaliknya,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya