Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

SABTU, 27 JUNI 2026 | 08:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas menguat pada penutupan perdagangan Jumat 26 Juni 2026 menjelang akhir pekan, didorong oleh pelemahan Dolar AS serta meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Meski demikian, logam mulia ini masih berada di jalur penurunan mingguan untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Harga emas spot naik 1,3 persen menjadi 4.077,64 Dolar AS per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS pengiriman Agustus ditutup menguat 1,2 persen ke level 4.096,30 Dolar AS per ons.

Pelemahan Dolar AS terjadi setelah sebelumnya mencapai level tertinggi usai rilis indikator inflasi pilihan Federal Reserve pada Kamis. Data menunjukkan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS meningkat 4,1 persen dalam 12 bulan hingga Mei.


Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, peluang kenaikan suku bunga AS pada September kini diperkirakan sekitar 59 persen, turun dari estimasi sebelumnya sebesar 64 persen.

Analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengatakan harga emas mengalami pemulihan moderat setelah sempat tertekan aksi jual pada awal pekan. Namun, suku bunga yang lebih tinggi dan kebijakan moneter yang ketat tetap mengurangi daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil, sekaligus mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dan meningkatkan keuntungan aset berbunga.

Pada awal pekan, harga emas spot sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari tujuh bulan. Secara mingguan, harga emas masih mencatat penurunan sebesar 2,1 persen.

Di pasar fisik, emas untuk pertama kalinya dalam satu setengah bulan terakhir diperdagangkan dengan premi di India setelah koreksi harga mendorong peningkatan pembelian. Sebaliknya, permintaan di China sebagai konsumen emas terbesar dunia masih relatif lemah.

Sementara itu, logam mulia lainnya juga menguat. Harga perak spot naik 2,2 persen menjadi 59,12 Dolar AS per ons, dan platinum menguat 2 persen menjadi 1.632,80 Dolar AS per ons.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya