Berita

Pertamina Trans Kontinental. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 13:49 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) membidik kinerja keuangan dan operasional yang tetap stabil sepanjang 2026 di tengah dinamika ekonomi dan tantangan global.

Target tersebut akan dicapai melalui strategi optimalisasi biaya, peningkatan efisiensi, penguatan operasional, hingga perluasan pangsa pasar layanan keagenan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, mengatakan perseroan akan melanjutkan momentum pertumbuhan dengan memperkuat bisnis inti, meningkatkan operational excellence, mempercepat transformasi digital, mendorong inovasi teknologi, serta mengembangkan bisnis baru yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan.


"PTK akan melanjutkan momentum pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, peningkatan operational excellence, transformasi digital, inovasi teknologi, pengembangan bisnis baru, serta implementasi prinsip keberlanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional," ujar Eko dalam Media Briefing di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Sebagai anak usaha Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina, PTK mengelola empat lini bisnis utama, yakni penyedia kapal penunjang, jasa kepelabuhanan, shorebase atau pangkalan logistik di tepi pantai, serta layanan keagenan pelayaran.

Direktur Operasional PTK, Yudi Wibisono, menilai meningkatnya kebutuhan logistik pada 2026 menjadi peluang bagi perusahaan untuk mengoptimalkan seluruh lini bisnis, terutama layanan keagenan.

Menurut Yudi, PTK tidak hanya melayani administrasi pelayaran kapal di lingkungan Pertamina Group, tetapi juga kapal milik perusahaan non-Pertamina, baik yang bersandar di pelabuhan dalam negeri maupun luar negeri sesuai ketentuan otoritas setempat.

"Salah satu yang akan kami giatkan adalah layanan keagenan karena potensinya masih sangat besar," katanya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PTK Albertus Anto Budi Santosa menegaskan keandalan operasional tetap menjadi prioritas perusahaan. Selain menjaga kesiapan armada dengan standar keselamatan tinggi, PTK juga terus memperkuat aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE).

Sejak 2025, PTK menjalankan program Vision Zero dengan target zero illness, zero recordable incident, zero fraud bunker, dan zero pollution sebagai bagian dari komitmen memperkuat budaya HSSE.

Di sisi lain, PTK juga mendukung target Net Zero Emission (NZE) pemerintah. Sepanjang 2025, perusahaan berhasil menurunkan emisi karbon hingga 66.721 ton CO2e.

Direktur Armada PTK, Dewi Susanti, menjelaskan pengurangan emisi tersebut berasal dari implementasi Green Energy Program melalui penggunaan bahan bakar rendah karbon di sejumlah armada, seperti teknologi dual fuel LNG, panel surya, serta baterai sebagai alternatif sumber energi.

"Dekarbonisasi berasal dari inovasi Green Energy Program, inisiatif efisiensi energi, serta optimalisasi operasional yang lebih berkelanjutan," ujar Dewi.

Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), PTK melaporkan capaian operasional sepanjang 2025 dengan mengelola 370 armada. Perseroan mencatat fleet commercial days sebesar 358,52 hari, commission days mencapai 120.118 hari, serta commercial days sebanyak 119.390 hari.

Dari sisi keuangan, PTK membukukan laba bersih sebesar Rp1,32 triliun pada 2025 atau meningkat 23 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,07 triliun.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya