Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bursa Wall Street Bangkit, Nasdaq Melonjak Hampir 2 Persen

SABTU, 20 JUNI 2026 | 08:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak positif setelah investor kembali masuk ke pasar menyusul meredanya kekhawatiran inflasi dan munculnya optimisme terkait perkembangan hubungan AS dan Iran.

Penguatan ini terjadi setelah sehari sebelumnya Wall Street sempat tertekan akibat sinyal Federal Reserve (The Fed) yang masih membuka peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026, waktu setempat, indeks Dow Jones naik 72,15 poin atau 0,14 persen menjadi 51.564,70. Indeks S&P 500 menguat 1,08 persen ke level 7.500,58, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,91 persen menjadi 26.517,93.


Kenaikan terbesar ditopang oleh saham-saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor atau chip. Indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) melesat 6,4 persen, dipimpin oleh lonjakan saham Intel yang naik 10,6 persen dan mencapai rekor tertinggi.

Penguatan Intel terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Apple dan Intel telah sepakat bekerja sama untuk merancang dan memproduksi chip di Amerika Serikat.

Selain sektor teknologi, sentimen positif juga datang dari perkembangan geopolitik. Harga minyak sempat turun ke level terendah sejak awal Maret setelah AS dan Iran menandatangani perjanjian sementara yang memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.

Kesepakatan tersebut memberi waktu bagi kedua negara untuk merundingkan perjanjian permanen dan mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Meski Trump tetap mengancam akan melanjutkan serangan jika Iran melanggar kesepakatan, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai kembali normal. Jalur strategis ini merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak, gas, pupuk, dan berbagai komoditas dunia.

Penurunan harga minyak turut membantu meredakan kekhawatiran inflasi yang selama beberapa bulan terakhir menjadi perhatian utama investor. Namun demikian, pasar masih mewaspadai kebijakan The Fed. Ketua baru bank sentral AS, Kevin Warsh, sebelumnya menegaskan pentingnya menjaga inflasi tetap terkendali dan mengisyaratkan kemungkinan suku bunga akan tetap tinggi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya